BANJARMASIN - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA/SMK dan SLB di Kalsel dipastikan batal. Pasalnya, rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kalsel tak kunjung keluar. Sekolah pun kembali secara online di rumah.
“Sampai sore ini (kemarin) rekomendasi belum kami terima dari Satgas Covid-19 Kasel. Dengan demikian, pembelajaran di awal tahun ajaran baru ini kembali online,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Yusuf Effendi kemarin.
Tanpa rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kalsel, pihaknya tak bisa mengambil keputusan sepihak. Meski persiapan sudah diakuinya mantap. “Saya belum terima surat rekomendasi atau jawaban surat dari kami. Tanpa itu, saya tak bisa mengambil keputusan, dengan demikian PTM tak bisa digelar. Kembali online lagi,” tambahnya.
Sedianya, untuk menggelar PTM saat tahun ajaran baru kali ini, pihaknya sudah menyiapkan sekolah piloting di kabupaten dan kota se Kalsel. Jumlahnya sebanyak 30 sekolah, dengan rincian 13 SMA, 11 SMK dan 6 SLB di Kalsel.
Sekolah ini bahkan sudah dilakukan persiapan matang demi terlaksananya PTM. Dari kesiapan sarana hingga sumber daya manusianya. “Padahal syarat sudah dipenuhi sekolah. Sudah juga dibentuk Satgas Covid-19 di sekolah. Tapi mau bagaimana lagi jika tak ada rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kalsel,” tukasnya.
Belum adanya rekomendasi pelaksanaan PTM, sudah disampaikan pihaknya ke semua sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB se Kalsel. Pemberitahuan sebutnya juga akan disampaikan pihak sekolah ke semua orang tua siswa.
“Meski demikian, ketika rekomendasi keluar, PTM akan dilakukan segera. Tapi sampai sekarang kami belum tahu. Andaikan ada surat pemberitahuan berikut catatannya, kami pun bisa evaluasi. Tapi surat jawaban tak ada diterima,” imbuhnya.
Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim menerangkan, untuk persiapan PTM banyak pertimbangan yang harus diambil. Diantaranya yang penting sebutnya adalah kesiapan sekolah dan situasi dan kondisi kasus Covid-19 di Kalsel.
“Satgas masih melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kalsel saat ini. Apalagi saat ini terjadi peningkatan kasus. Nanti dievaluasi dulu,” ujar Muslim kemarin.
Tak hanya soal kesiapan sekolah dan kondisi kasus Covid-19 di Kalsel. Muslim menerangkan, vaksinasi guru pun masih belum terlaksana maksimal. Dia menyebut dari total guru jenjang SMA/SMK dan SLB, belum 60 persen. “Ini juga menjadi pertimbangan,” tukasnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA sebelumnya menyampaikan, rencana PTM akan ditunda jika kasus harian Covid-19 terus melonjak. “Jika penambahan kasus terus meningkat secara eksponensial maka pembelajaran tatap muka ditunda dulu sampai melandai,” ujarnya.
Dia menerangkan, Satgas Covid-19 Kalsel terus melakukan asesmen ke sekolah-sekolah terkait kesiapan penerapan protokol kesehatan. “Perkembangan kasus berdasarkan zonasi dan penambahan kasus harian terus dipantau. Keputusan PTM harus extra hati-hati, karena ini menyangkut masalah kesehatan dan keselamatan manusia,” ujarnya. (mof/ran/ema)