PERIODE LALU: Menjelang Pemilu 2024, terbaru KPU Banjarbaru banyak menemukan pemilih ganda ketika melakukan proses pemutakhiran data. Alhasil, ribuan data pemilih seketika menyusut gegara kegandaan pemilih ini.
Meski berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel. Namun rupanya asumsi bahwa jumlah pemilih untuk Pemilu 2024 bakal bertambah malah berkebalikan.
Dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, rupanya dalam proses pemutakhiran data, pemilih di Kota Banjarbaru malah menyusut. Bahkan jumlahnya ribuan.
Berdasar data yang diterima wartawan, penyusutan ini setidaknya ada 1609 pemilih dari total 170 ribu pemilu. Diduga, penyusutan terjadi lantaran ditemukan pemilih yang statusnya pemilih ganda dengan daerah lain.
Terkait hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru membenarkan kabar tersebut. Fakta penyusutan ini disebut baru ketahuan ketika mereka melakukan pemutakhiran data untuk bulan Juli 2022 tadi.
“Penurunan ini cukup signifikan usai kita dapati hasil pemutakhiran data bulan tadi. Jadi memang pemutakhiran Juli 2022 tadi, kita melakukan pembersihan kegandaan data pemilih,” ujar Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Banjarbaru, Hereyanto.
Disambungnya, adanya kegandaan data pemilih ini diperoleh dari hasil pemadanan data oleh Kemendagri terhadap daftar pemilih.
“Dari itulah, kemudian untuk daftar pemilih Kota Banjarbaru ditemukan sebanyak 1.756 data pemilih yang ganda dengan daerah lain,” katanya.
Dalam kategori kegandaan data ini, KPU kata Hereyanto juga membaginya dalam sejumlah kategori. Tepatnya ada empat ranking, dari ranking satu sampai empat.
“Ini perlu kita jelaskan bahwa untuk rangking 1 ini adalah pemilih tersebut saat ini berdomisili di Kota Banjarbaru, baik secara faktual maupun administratif. Sedangkan untuk rangking 2, 3 dan 4 ini pemilih yang bersangkutan saat ini masih terdaftar di Kota Banjarbaru padahal secara administratif telah berdomisili di luar Kota Banjarbaru,” bebernya.
Lalu mengapa ada perbedaan angka penyusutan yang semula 1609 menjadi ditemukan pemilih ganda sebanyak 1756 pemilih? Hereyanto membenarkan soal angka penyusutan sebanyak 1609 tersebut. Dirincinya, bahwa jumlah 1609 itu didapat usai jumlah pemilih ganda sebanyak 1756 pemilih dikurangi dengan masuknya jumlah pemilih baru.
“Jadi dalam pemutakhiran data terakhir, juga terdata ada 147 pemilih kategori pemula. Nah dengan masuknya pemilih pemula ini, maka jumlah pemilih yang menyusut sebanyak 1609,” tuntasnya.
Sebagai catatan, hingga periode Juli 2022, jumlah pemilih di Kota Banjarbaru menjadi sebanyak 167.919 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 81.974 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 85.945 pemilih. (rvn/ij/bin)