Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mengenal Dua Keris Tersohor di Masa Perjuangan Masyarakat Banjar

izak-Indra Zakaria • 2022-09-17 09:29:56
BURUAN KOLEKTOR: Gurat dan lekuk dari keris Sampana Carita. FOTO : WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
BURUAN KOLEKTOR: Gurat dan lekuk dari keris Sampana Carita. FOTO : WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

 Pada masa lalu, keris berfungsi sebagai senjata. Ambil contoh, pada masa peperangan. Pada masa kini keris beralih fungsi. Menjadi hiasan atau aksesori dalam berbusana. Simbol budaya, hingga benda bernilai tinggi buruan kolektor.

Berbagai literatur menyebut, keris berasal dari tanah Jawa. Kendati demikian, sebaran keris pada zaman dahulu juga hingga ke tanah Banjar.

Dari sekian banyak keris, masyarakat Banua biasa mendengar nama Keris Singkir. Keris ini begitu terkenal di masa perjuangan masyarakat Banjar saat melawan penjajah Belanda. 

Keris itu sendiri semula dipegang Pangeran Hidayatullah, lalu diamanahkan kepada Demang Lehman. Kini, keberadaan keris tersebut ada di Museum Nasional Indonesia. Ada pula keris lainnya. Yang paling terkenal adalah keris bernama Sampana Carita. 

Dari segi bentuk, tak ada yang mengetahui secara pasti seperti apa bentuk aslinya. Berbagai sumber lisan menuturkan, keris ini beragam versi. Ada yang berbentuk lurus, ada pula yang berkelok.

Lalu, dalam hikayat masyarakat Banjar, mengacu buku ‘Kisah Datu Datu Terkenal Kalimantan Selatan’, dahulu keris ini merupakan senjata andalan yang biasa dipakai Datu Pambalah Batung.

Datu yang sakti, pandai dalam hal berdiplomasi, juga pintar bersilat lidah.

Kisah serupa juga diungkapkan salah seorang empu (gelar kehormatan bagi seorang yang ahli dalam pembuatan keris) di Banjarmasin, M Amin.

Dituturkannya, berdasarkan legenda yang berkembang di tanah Banjar, siapa yang memiliki keris Sampana Carita maka akan lihai dalam hal berbicara.

Lalu, keris Sampana Carita juga dipandang memiliki tuah atau sifat “dingin”. Tidak membuat pemiliknya gampang tersulut emosi. 

“Jadi, jangan heran bila banyak pencinta tosan aji alias pusaka tradisional, yang gemar mengkoleksinya,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, belum lama ini.

Pria berambut itu menceritakan, di pendoponya di Jalan Pekapuran Raya A Rt 14 Pasar Jati, tak sedikit penggemar keris yang datang untuk meminta dibuatkan keris Sampana Carita.

“Banyak sekali. Dari berbagai daerah di Kalsel. Dan keris ini memang sangat terkenal di kalangan pencinta keris,” tambahnya.

Terlepas dari legenda yang menyertainya, Amin beranggapan bahwa warisan budaya tak benda berupa keris (dengan berbagai jenisnya) itu patut dijaga dan dirawat.

“Karena menjadi salah satu warisan budaya yang sangat berharga,” pungkasnya. (war/gr/fud)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria