Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

33 Sungai Kecil di Banjarmasin Dibenahi, Hanya Bisa Mengurangi Durasi Genangan

izak-Indra Zakaria • 2022-12-28 12:46:00
Photo
Photo

Tahun ini, peremajaan alias normalisasi sungai sudah berakhir. Totalnya, ada 33 sungai yang dibenahi. Pembenahan menyasar sungai-sungai kecil di Kota Banjarmasin. Tersebar di lima kecamatan di Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Kepala Bidang Sungai di Dinas PUPR Banjarmasin, Rini Wardani bilang pembenahan dilakukan dengan cara mengeruk sedimen yang ada di dasar sungai. Apakah itu mampu mencegah terjadinya genangan? Mengingat banjir rob masih saja terjadi hingga saat ini. 

Rini tampak ragu. Mengingat, kondisi sungai yang ada saat ini tergolong parah. Ada sungai sudah lama tak dikeruk. Ada pula sudah mati. Namun, ia menekankan bahwa bagaimanapun juga sungai yang ada di Banjarmasin harus tetap dibenahi.

“Kalau hasil dari kajian kami, sungai kita sudah banyak mengalami kerusakan. Tingkatan kerusakan bervariasi. Ada beberapa yang kondisinya rusak parah, menengah, dan mengalami rusak rendah,” ujarnya, (27/12). 

Pemicu kerusakan salah satunya karena bangunan yang memakan badan sungai. “Kami melihat, rusaknya sungai didominasi hal itu. Permukiman di pinggir sungai berkontribusi mempersempit jalur sungai,” ujarnya. Menurut, saat hendak dibenahi untuk penanganan banjir, sungguh sulit dilakukan. “Berbeda dengan di kabupaten lain yang tanahnya masih ada. Mau bikin resapan air pun mudah,” bandingnya. 

Dalam kondisi normal, pihaknya mengaku tidak bisa mencegah terjadinya genangan. Tapi minimal mampu mengurangi durasi genangan yang terjadi. “Sementara ini, bila genangan terjadi, kami menyediakan pompa air portable. Menyedot air di kawasan permukiman untuk disalurkan ke sungai,” jelasnya. “Ke depan, apabila disetujui oleh DPRD, kami juga berencana menyediakan semacam mobil tanki penyedot air untuk mengatasi genangan,” tambahnya.

Rini menjelaskan bahwa sebenarnya persoalan yang dihadapi wilayah perkotaan bukan hanya karena kapasitas sungai yang tak lagi bisa menampung air. Melainkan juga lantaran drainase yang semestinya mampu menyalurkan air ke sungai, justru belum berfungsi dengan baik. “Pertama itu drainase dulu. Baru ke sungai,” ujarnya.

Terkait solusi konkret penanganan banjir di tahun mendatang, Rini bakal menjalankan program penanganan bersama Balai Sungai. “Akan ada pembangunan pintu air, juga pompa. Tapi, di tahun 2024. Lokasinya di kawasan Jalan Veteran,” ungkapnya.

Dari program kolaborasi ini, pemko kebagian jatah untuk melakukan pembebasan lahan. Itu dilakukan pada tahun 2023. “Ini program penanganan banjir. Sebenarnya, pembangunan (pintu air, red) nanti ada di sejumlah titik. Berkelanjutan. Ada di Sungai Guring, Jafri Zamzam, dan lain-lain,” tuntasnya. (radarbanjar)

Editor : izak-Indra Zakaria