Jumat Ini Pendaftaran PPPK di Pemprov Kalsel Ditutup
izak-Indra Zakaria• 2023-01-06 12:46:17
SELEKSI: Pelamar CPNS mengikuti tes seleksi dengan sistem CAT. Tahun ini, pemerintah lebih banyak membuka lowongan untuk PPPK. | Foto: jawapos.com
Sejak dibuka Pemprov Kalsel pada 21 Desember lalu, pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah mencapai 1.467 orang. Diprediksi akan terus bertambah hingga hari terakhir, Jumat (6/1).
Namun dari 194 formasi yang dibuka, masih ada yang sepi pelamar. Contohnya di jabatan ahli pengendali organisme pengganggu tumbuhan. Disediakan 50 lowongan, namun pelamarnya hanya 32 orang. “Memang belum berakhir. Kemungkinan akan bertambah jelang hari terakhir,” terang Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Kalsel, Muhammad Randy kemarin (4/1).
Kualifikasi pendidikan pelamar di formasi ini padahal tak sulit dicari. Berdasarkan syarat, pelamar berkualifikasi pendidikan S1 Hama Penyakit Pertanian dan S1 Ilmu Hama dan Penyakit.Jabatan ini nantinya akan menempati instansi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel dan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Meski demikian, Randy menyebut pelamar PPPK untuk jabatan teknis fungsional tahun ini terbilang lebih ramai dari tahun sebelumnya. Pasalnya, penerimaan CPNS tahun ini dipastikan tidak ada lagi.
“Jika dulu orang lebih memilih ikut seleksi CPNS. Untuk seleksi PPPK memang jumlahnya tak sebanyak CPNS,” imbuhnya.
Dari 194 formasi, paling banyak diminati adalah pelamar untuk bidang komputer. “Paling banyak. Saya lupa rinciannya,” tukasnya.
Untuk diketahui, KemenPANRB menegaskan, sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan berlaku paling lambat pada 2023, status pegawai hanya tersisa dua pilihan, yaitu PNS atau PPPK.
Dengan demikian, status pegawai pemerintah mulai 2023 nanti hanya ada dua jenis, yakni PNS dan PPPK. Khusus petugas keamanan dan kebersihan, disampaikan, akan dipenuhi melalui tenaga alihdaya melalui pihak ketiga atau pekerja outsourcing.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman berharap formasi yang tersedia semuanya lengkap pelamar. Bahkan lebih banyak dari kuota, sehingga terseleksi orang yang terbaik.
Syamsir menyayangkan, jumlah kuota yang disetujui pemerintah pusat sangat terbatas. Dia ingat betul, ketika itu mengusulkan 200 formasi. Namun hanya 50 yang disetujui.
“Padahal tak hanya perlu guru dan tenaga pendidik. Banyak bidang teknis yang juga diperlukan dan penting,” ujarnya kemarin.
Dia juga menyinggung soal syarat yang terbilang menyusahkan bagi honorer untuk bersaing. Padahal menurutnya, lebih baik merekrut honorer yang berpengalaman dan sudah siap bekerja. “Kalau hanya berlatar pendidikan tinggi, belum tentu bisa. Apalagi perlu pembinaan dulu,” tekannya.
Sisi lain, Andi, salah seorang honorer di Setdaprov Kalsel berharap pada seleksi PPPK tahun ini bisa lulus. Pasalnya dia tak bisa membayangkan jika termasuk dari salah satu tenaga honorer yang akan dihapus oleh pemerintah. “Semoga bisa lulus dan ada kejelasan status saya,” harapnya. (mof/gr/fud)