Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Saat Belajar, Plafon SMPN 3 Bati-Bati Ambruk, Dua Siswa Terluka

izak-Indra Zakaria • 2023-08-29 11:55:01
BERSERAKAN: Hadi Salim, salah seorang guru SMPN 3 BATI-BATI menunjukkan kondisi ruang kelas VII yang plafonnya ambruk pada Senin (28/8) siang. | Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin
BERSERAKAN: Hadi Salim, salah seorang guru SMPN 3 BATI-BATI menunjukkan kondisi ruang kelas VII yang plafonnya ambruk pada Senin (28/8) siang. | Foto: Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin

 Plafon ruang kelas VII SMPN 3 Bati-Bati di Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati tiba-tiba ambruk dan menimpa 19 murid serta seorang guru pada Senin (28/8) sekitar pukul 10.00 Wita. Peristiwa itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

Akibatnya dua orang siswa perempuan mengalami luka dan dilarikan ke Puskesmas Bentok Kampung serta RSI Sultan Agung Banjarbaru.

“Siswi yang menjadi korban adalah Siti Fatimah Hilwa dan Vivi (Evita Indira). Keduanya sudah diperbolehkan pulang usai menjalani pemeriksaan,” sebut Hadi Salim, salah seorang guru di sekolah tersebut.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, seluruh plafon yang terbuat dari papan partisi dengan rangka baja ringan itu jatuh menimpa bangku dan meja belajar siswa. Nampak juga ada beberapa bagian baja ringan yang berkarat.

Selanjutnya Hadi menceritakan sebelum kejadian sudah ada tanda-tanda plafon miring, pihak sekolah pun ingin meminta bantuan kepada pihak perusahaan di wilayah setempat untuk minta rehab. Namun hal itu belum sempat dilakukan karena keburu ambruk.

“Kejadian saat mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diajar Ibu Endang Sri Lestari,” ucapnya.

Guru Bahasa Inggris itu menambahkan bahwa pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala sudah datang ke lokasi, bahkan Kepala Dinas Abdillah langsung yang hadir.

“Kegiatan belajar mengajar untuk besok tetap dilaksanakan, dengan menggunakan ruang kelas lain. Karena sekolah masih memiliki ruang kelas yang tak terpakai lantaran hanya tiga ruang belajar yang digunakan,” tuturnya.

Kepala Disdikbud Tala, Abdillah mengatakan ambruknya plafon kelas tersebut lantaran rangka baja ringan yang lapuk termakan usia.

“Insyaallah, perbaikan atau rehab dilakukan melalui anggaran perubahan,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Bati-Bati, AKP Samsudi mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Unit Tipikor pada Satreskrim Polres Tala terkait peristiwa tersebut.
“Sudah kami serahkan penyelidikannya ke Unit Tipikor Polres Tala. Jadi mereka semua yang akan memeriksanya,” ujarnya.

Terkait usia bangunan, Samsudi mengungkapkan bahwa kelas tersebut pernah direhab pada tahun 2012 yang lalu. (sal).

 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria