Tersebar di Jalan Pangeran, Sungai Miai, Antasan Kecil, kawasan Masjid Jami, Sungai Jingah, Pangeran Hidayatullah, Sultan Adam, Sungai Andai, Padat Karya, dan terakhir Kuin Kacil.
Terparah ketika pohon-pohon tumbang di Kayu Tangi membuat tiang listrik di Jalan Hasan Basry nyaris roboh. Akibatnya 16 ribu pelanggan PLN di Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar yang dilayani ULP Banjarmasin terdampak.
Senin (16/10) sore itu, tim teknisi diterjunkan untuk memperbaiki seluruh kerusakan. Agar tak menjadi tanda tanya publik, apakah PLN bekerja atau tidak, hasil perbaikan selalu diunggah ke media sosial.
“Tiga kali kami merilis update perbaikan. Alhamdulillah pukul 00.28 Wita sudah 100 persen listrik di Banjarmasin kembali normal,” ujarnya. “Sampai hari ini tidak ada gangguan lagi, dan tidak ada tambahan kerusakan lagi,” klaimnya.
Mengantisipasi kejadian terulang, Wahyu mengatakan, petugas PLN rutin berpatroli memantau pohon-pohon di sekitar jaringan PLN.
Dijelaskannya, harus ada jarak tiga meter antara pohon dan jaringan listrik. Sehingga jika pohon tumbang diterpa angin kencang, tak sampai mengenai kabel atau tiang listrik. “Benda asing yang mengenai jaringan listrik inilah yang menjadi penyebab,” tutup Wahyu.
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin mencatat 38 insiden selama cuaca ektrem melanda awal pekan tadi. Bangunan yang rusak berjumlah 22 buah. Sedangkan pohon tumbang berjumlah 10 batang. Setidaknya, ada 22 keluarga atau 75 jiwa yang terdampak cuaca buruk. (gmp/az/fud)