Pemko Banjarmasin meraih penghargaan Bhumandala Award 2023, belum lama ini. Penghargaan itu diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG). Diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil mengimplementasikan, dan memanfaatkan informasi geospasial dengan baik. Terutama, dalam setiap kebijakan serta program yang terdapat di setiap daerah. Raihan penghargaan itu sendiri, diterima Pemko Banjarmasin melalui inovasi berupa aplikasi yang diberi nama 'Dikayuh Baimbai'. Aplikasi berisi informasi terkait penanganan kawasan kumuh.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya mengatakan, aplikasi itu mempercepat proses verifikasi pelaporan dan penyusunan usulan penanganan kawasan kumuh di Banjarmasin. "Sebelumnya, pelaporan maupun penyusunan dilakukan secara manual. Itu memakan waktu lama," ucapnya, Rabu (8/11).
"Namun melalui aplikasi itu, bisa lebih cepat. Aplikasi ini adalah inovasi pertama kali untuk penanganan kumuh," klaimnya. Lebih jauh, Chandra menginginkan, adanya aplikasi 'Dikayuh Baimbai' itu bisa menjadi informasi publik. Untuk disebarluaskan dan dimanfaatkan masyarakat.
"Insyaallah, aplikasi ini sendiri akan kami luncurkan dalam bulan ini," janjinya. Disinggung berapa banyak sejauh ini kawasan kumuh yang sudah berhasil ditangani, Chandra membeberkan, dalam dua tahun terkahir sudah sebanyak 130 hektare, dari total luasan 508 hektare.
"Tiap tahun, ada 65 hektare yang ditangani. Ada yang ditangani dengan dana APBD Banjarmasin dan Provinsi Kalsel, ada pula yang menggunakan dana APBN," jelasnya. "Untuk tahun ini, anggaran yang digelontorkan Rp15 miliar. Bersumber dari APBD Banjarmasin," tambahnya. Chandra menargetkan, penanganan kawasan kumuh selesai dalam kurun waktu lima tahun. Untuk penanganan kawasan kumuh paling banyak, ada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Selatan. "Baik penanganan berupa kondisi infrastruktur, sanitasi dan lainnya. Kami berharap dengan adanya inovasi yang dilakukan, penanganan yang dilakukan bisa lebih capat," tutupnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengatakan, raihan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata. Juga komitmen Pemko Banjarmasin memanfaatkan data Geospasial untuk penataan kota. "Terutama dalam mengatasi masalah kawasan kumuh," ucapnya.
Ia juga menyatakan, meraih penghargaan itu bukanlah hal yang mudah, namun berasal dari dedikasi dan kerja keras jajaran Pemko Banjarmasin. "Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berinovasi dalam penanganan masalah perkotaan," harapnya. (*)