Pemko Banjarmasin menjamin keamanan lokasi baru yang menjadi tujuan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Jalan Anang Adenansi. Dari kawasan eks Bank Panin, mereka dipindahkan ke jalan di samping lapangan terbuka Taman Kamboja. "Kami akan berikan perlindungan. Kami menjamin lokasi baru sudah aman," ucap Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman di Balai Kota. "Ada pos Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) di sana," tambahnya.
Ia mengaku telah memerintahkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Isa Anshari untuk mengumpulkan PKL. Pertemuan itu dijadwalkan Senin (27/11) depan di kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah. Ikhsan menekankan, pertemuan itu bukan tempat tawar menawar atau bernegosiasi relokasi. Karena pemko sudah memutuskan untuk menertibkan kaki lima yang merubung trotoar Jalan Anang Adenansi.
Jadi agendanya adalah penjelasan bahwa tempat relokasinya sudah tersedia. Serta penyampaian hal-hal tambahan yang dirasa perlu. "Contoh terkait ketertiban pedagang, keseragaman ukuran rombong dagangan, dan soal kebersihan," ungkapnya.
Diakuinya, lapangan terbuka di samping Taman Kamboja itu kerap dipakai untuk acara-acara pemerintahan maupun kepolisian. "Jadi nanti harus menyesuaikan. Kalau ada saatnya diminta harus kosong, ya harus kosong," tekannya. Soal jam berdagang PKL, Ikhsan menyebut berlaku seperti biasa. "Buka dari sore sampai malam hari. Bukan mulai pagi," tutupnya.
Diwartakan sebelumnya, Rabu (22/11), surat peringatan pertama (SP1) dilayangkan Satpol PP kepada 36 PKL yang terkena relokasi.
Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin meminta PKL mematuhi keputusan pemko. SP itu memantik reaksi ketua paguyuban PKL, Usup. Ia menilai, SP itu hanya memperkeruh suasana. Menurutnya, relokasi semestinya disampaikan secara langsung lewat pertemuan. "Beritahukan, kapan dan ke mana kami akan direlokasi," ujarnya. "Selama ini, kami tidak pernah diberitahu. Hanya dengar dari berita-berita media saja," cecarnya. "Kami tidak diajak rapat terkait penentuan tempat relokasi. Tahu-tahu dapat SP," keluhnya.
Namun, bukan berarti PKL melawan. PKL bersedia pindah. Dengan catatan kawasan baru itu bebas dari biaya parkir, apalagi pungli. "Kawasan yang kami tempati nantinya juga harus terjamin keamanannya," tandasnya. Penertiban ini menyasar PKL dari Bundaran Ikan Kelabau sampai ke depan Puskesmas Cempaka, kemudian ke arah eks Bank Panin sampai ke halte depan Taman Kamboja. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria