Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Banjarmasin tampaknya belum bisa direalisasikan hingga 2024 mendatang. Bahkan Pemko Banjarmasin sendiri belum bisa membangunnya. "Perencanaannya masih belum. Masih mencari investor," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Kamis (21/12) petang.
Akan tetapi, menurut Ibnu, bila para pengusaha reklame mau membangunnya, ia mempersilakan. "Misalnya, mereka (pengusaha reklame, red) membentuk konsorsium, kemudian membangun JPO, silakan saja," jelasnya. "Mungkin, bisa di depan Duta Mall Banjarmasin. Di sini, mobilitasnya tinggi. Kemudian, ada pusat perbelanjaan juga," tambahnya.
Diwartakan sebelumnya, wacana pembangunan JPO di Kota Banjarmasin sempat mencuat pada Juni 2023.
Pemko Banjarmasin digadang-gadang bakal membangun JPO di sejumlah titik di Kota Banjarmasin. Diantaranya, di Jalan Ahmad Yani kilometer 4,5 Banjarmasin, tak jauh dari UIN Antasari Banjarmasin.
Lalu, di kawasan Jalan Ahmad Yani kilometer 6 dan di Jalan A Yani kilometer 2, tak jauh dari Duta Mall Banjarmasin. Selanjutnya, JPO juga direncanakan dibangun di kawasan Jalan Pangeran Samudera, tak jauh dari Masjid Noor Banjarmasin.
Dan terakhir, di jalan Brigjend Hasan Basry, tak jauh dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Berdasarkan informasi yang dihimpun, wacana pembangunan kelima JPO itu sudah memiliki dokumen rancang bangun alias Detail Engineering Design (DED). Persisnya, sejak 2017 lalu.
Digadang-gadang, pembangunan kelima JPO itu bakal menghabiskan dana sekitar Rp25 miliar.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membenarkan pihaknya bakal melakukan pembangunan JPO. Ia beralasan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pejalan kaki. Serta, untuk menjawab aspirasi warga.
"Ada banyak aspirasi yang datang. Khususnya di kawasan Jalan Ahmad Yani," ujarnya ketika diwawancarai pada Sabtu, 17 Juni 2023, di Balai Kota Banjarmasin. Ibnu menyatakan kendaraan yang melintas di jalan nasional itu umumnya selalu dengan kecepatan tinggi.
Ambil contoh, ketika hendak menaiki dan menuruni fly over di kawasan Jalan Ahmad Yani, kilometer 4,5 Banjarmasin. "Di situ, tidak bisa menggunakan pelican cross. Apalagi statusnya jalan nasional, saya kira akan berbahaya. Dan sudah ada bukti, ada yang meninggal akibat tertabrak," tekannya.
Maka, keberadaan JPO pun sangat diperlukan. Disinggung kapan pembangunan akan dilakukan, Ibnu mengatakan bahwa tahun 2023 ini akan ada review DED terlebih dahulu.
Dilanjutkan dengan disampaikannya usulan ke DPRD Banjarmasin. Dibahas bersama komisi terkait, hingga Badan Anggaran (Banggar). Kemudian, apabila memungkinkan, dilanjutkan dengan pembangunannya pada 2024 mendatang.
"Dari lima JPO, mungkin tidak semua akan direalisasikan. Tapi, kami prioritaskan satu lah dulu di Jalan Ahmad Yani," bebernya.
Di mana lokasi yang diinginkannya? Menurut Ibnu, di kawasan Jalan Ahmad Yani kilometer 4,5. Tak jauh dari lokasi UIN Antasari Banjarmasin. Dana yang digelontorkan sekitar Rp3 miliar.
"Ini bukan latah, bukan ikut-ikutan. Jauh sebelum adanya pembangunan JPO di Banjarbaru, kami juga sudah mau membangun. Kemudian sekali lagi, juga karena JPO sangat diperlukan," tekannya.
Lebih jauh, Ibnu juga menambahkan, terlepas dari ada atau tidaknya JPO, hendaknya kesadaran pengguna alat transportasi bisa timbul. "Kesadaran untuk menghargai para pejalan kaki," pungkasnya. (*)