Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Apa Kabar Museum Kota Banjarmasin? Kosong Diisi Janji-Janji

izak-Indra Zakaria • Jumat, 5 Januari 2024 - 18:54 WIB
KAPAN DIBUKA: Museum Kayuh Baimbai dipotret dari lubang pagar, Rabu (3/1) sore. Museum ini berada di Muara Kelayan, tepian Sungai Martapura. (FOTO; WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
KAPAN DIBUKA: Museum Kayuh Baimbai dipotret dari lubang pagar, Rabu (3/1) sore. Museum ini berada di Muara Kelayan, tepian Sungai Martapura. (FOTO; WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)

Awal tahun 2024, Museum Kayuh Baimbai belum dibuka. Padahal, museum di tepi Sungai Martapura itu sudah diresmikan pada 8 Maret 2023 lalu.

****

BANJARMASIN - Museum di Muara Kelayan, Banjarmasin Selatan itu masih dikelilingi pagar seng yang dirantai dan digembok. Mengingatkan pembaca, Museum Kayuh Baimbai dibangun Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin. Proyek itu dikerjakan sejak Juni sampai Desember 2022. Anggarannya sebesar Rp3,8 miliar.

Ketika diresmikan, kepala dinas kala itu, Iwan Fitriady berjanji pengisian museum akan komplet pada 2023.  Sebagian adalah barang-barang antik dari ahli waris pemilik bangunan lama. Jumlahnya sekitar 500 item.  

"Sebelum itu, kami perlu menyiapkan dua tenaga ahli untuk kurator dan konservator," jelas Iwan. Namun, sampai Rabu (3/1), Museum Kayuh Baimbai masih kosong melompong. Tidak ada benda bersejarah yang bisa dipamerkan. Terkecuali sebuah meriam di halaman depan museum.

Meriam peninggalan Benteng Tatas sepanjang 2,9 meter itu ditemukan Agustus 2016 silam. Saat penggalian proyek Jalan Sudirman. Apa masalahnya? Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Puryani menjawab, anggarannya baru tersedia tahun ini.

"Baru tahun ini kami anggarkan. Saya sendiri sampai saat ini belum ke sana," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (2/1).

Puryani juga ingin membentuk kepengurusan museum. "Karena nanti akan dikelola UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pariwisata. UPT-nya sudah ada, tinggal menunjuk kepengurusannya. Sesegera mungkin kami rapatkan," ujarnya.Setelah kepengurusan, baru pendaftaran museum ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Setelah semuanya selesai, baru museumnya kami isi," ucapnya. Puryani berjanji Museum Kayuh Baimbai akan dibuka tahun ini juga. "Kami usahakan operasionalnya pada 2024 ini," pungkasnya. (*)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria