Namun ternyata tetap saja belum maksimal. Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Banjarbaru, Muhammad Ikhsan mengatakan, saat ini insentif belum merata untuk semua guru ngaji. “Total (guru ngaji) yang terdata ada 780 orang. Tapi masih ada sekitar 250 guru belum dapat insentif," ungkapnya.
Padahal, pada 2023 lalu Ikhsan mengaku telah mengajukan pernyataan tertulis perihal penerimaan dan tambahan nominal insentif. "Sampai sekarang juga belum ada penambahan. Yang pasti secara prosedural proses sudah kita jalani," katanya. "Biasanya (insentif) dibayar per triwulan (per tiga bulan). Sebulannya Rp 400 ribu untuk satu orang,” ujarnya.
Hal itu diakui Kabag Kesra Pemko Banjarbaru, Dahrani. Ia mengatakan, saat ini masih ada proses yang harus dilakukan untuk mencairkan dana insentif tersebut.
Pasalnya, perubahan skema pencairan ini baru saja dialihkan dari Disdik Banjarbaru ke Bagian Kesra. "Kami mengikuti pendataan maupun ketentuan yang sebelumnya ada di Dinas Pendidikan. Data-data yang ada dari sana kita pindahkan," kata Dahrani
Menurutnya, data dari Disdik tersebut perlu dilakukan evaluasi dan verifikasi terlebih dahulu, terutama dalam tiga bulan terakhir.
Meski demikian, Dahrani menyatakan, saat ini proses administrasi perihal insentif guru ngaji sedang diproses. Ia berharap, pencairan bisa dilakukan secepatnya. "Kami juga akan mengusulkan penambahan nominal insentif guru ngaji," ujarnya.
Terpisah, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setdako Banjarbaru, Abdul Malik membenarkan, pemberian insentif ini belum menyasar ke seluruh guru agama di Kota Idaman. "Mudah-mudahan pada triwulan berikutnya bisa dimasukkan," katanya.
Sebab menurutnya hal ini selaras dengan program Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin yakni meningkatkan kesejahteraan.