Namun, dari tahun ke tahun jumlah peziarah yang datang ke pemakaman massal itu terus berkurang. Hal itu diungkapkan oleh penjaga TPU Pemko Banjarmasin, Samuji. Dikatakannya, bahwa saat ini peziarah yang datang hanya keluarga yang merasa jika kerabatnya termasuk jadi korban tewas pada kerusuhan 27 tahun silam.
"Peziarah yang datang semakin tahun semakin sepi, naru beberapa tahun terakhir saja ada mahasiswa yang datang," katanya. Padahal, sepengetahuan Samuji, jumlah jasad yang dimakamkan di sana lebih dari 100 orang.
"Ratusan korban tanpa identitas dimakamkan di sini (pemakaman massal) tapi sayang sangat jarang ada yang menziarahi,” imbuhnya.
Kondisi itu diakui Samuji membuat area pemakaman tersebut terlihat seperti tak terurus karena banyak ditumbuhi rumput liar. Bahkan, plang atau penanda area pemalaman massal korban Jumat Kelabu pun nampak usang dan rusak.
Meski demikian, Samuji memastikan pemakaman massal korban Jumat Kelabu tetap terawat. “Kami rutin memotong dan menyemprot tumbuhan liar yang di sini,” pungkasnya. (*)