Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bikin Waswas, Sarang Lebah Banyak Bertengger di Menara PDAM Taman Van Der Pijl

M Fadlan Zakiri • 2024-06-02 14:00:00
JADI SARANG: Puluhan sarang lebah bertengger di bagian atas menara PDAM di Taman Van Der Pijl. (FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
JADI SARANG: Puluhan sarang lebah bertengger di bagian atas menara PDAM di Taman Van Der Pijl. (FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

Prokal.co - Keberadaan sarang lebah di menara PDAM Taman Van der Pijl kembali mengkhawatirkan warga Banjarbaru dengan jumlah yang semakin banyak. Lebih dari 20 sarang lebah menempel di bagian atas menara yang merupakan ikon Kota Banjarbaru.  

Amat, seorang pengunjung Taman Van der Pijl, menyebutkan bahwa jumlah sarang ini jauh lebih banyak dibandingkan beberapa tahun lalu. “Kalau dihitung jumlahnya lebih 20 sarang lebah mas,” kata Amat, Jumat (31/5) sore.

Pada tahun 2018, Pemko Banjarbaru telah membersihkan sarang-sarang tersebut, namun kini tampaknya koloni lebah kembali bersarang tanpa ada tindakan pembersihan yang dilakukan. 

Menurut Amat, jika dibiarkan, koloni lebah ini bisa membahayakan pengunjung taman. “Siapa yang bisa menjamin tidak ada yang disengat,” tegasnya.

Kepala UPTD Damkar Satpol PP Banjarbaru, Syafrullah, menyatakan bahwa proses evakuasi sarang lebah ini tidak bisa sembarangan dilakukan karena lokasinya yang berada di tengah kota dan dekat dengan jalan raya.

“Karena lokasinya ada di tengah kota yang padat dengan aktivitas masyarakat. Apalagi sangat dekat dengan jalan raya, jadi perlu persiapan yang benar-benar matang untuk mengevakuasinya,” ungkap Syafrullah.

Syafrullah juga menjelaskan bahwa titik menempelnya sarang lebah di bagian tekukan kepala menara membuat evakuasi memerlukan alat dan teknik khusus. Meski demikian, pihaknya berjanji akan segera membersihkan menara setelah berkoordinasi dengan PTAM Intan Banjar dan Disperkim Kota Banjarbaru.

Untuk meminimalisir resiko sengatan, evakuasi kemungkinan besar akan dilakukan pada jam subuh saat taman kosong. “Pada intinya saat taman sudah kosong, baru kami mulai,” pungkas Syafrullah. (*) 

Editor : Indra Zakaria