Prokal.co, Sejumlah pemain PS Barito Putera tengah menjadi sorotan akibat insiden kerusuhan yang terjadi di turnamen antar kampung (tarkam) Piala Bupati Bener Bersatu Cup di Lapangan Bener, Kabupaten Semarang, Minggu (3/6) sore.
Kali ini seorang wasit asal Jawa Tengah bernama Hadi Suroso menjadi korban pengeroyokan pemain dalam partai final turnamen tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, salah satu tim yang bertanding berisikan deretan pemain Timnas Indonesia dan juga Barito Putera seperti Bagas Kaffa, Bagus Kahfi hingga eks gelandang timnas, Bayu Pradana dan pemain anyar musim lalu, Ilham Mahendra.
Video aksi pengeroyokan itu viral usai diunggah akun Instagram @forumwasitindonesia serta @pengamatsepakbola.
"Awal mula kejadian saat @bayu13pradana (Bayu Pradana) mendapatkan kartu merah dan tidak terima kemudian melakukan protes terhadap wasit hingga memukul dan menendang dan memprovokasi pemain lainnya," tulis akun @forumwasitindonesia dalam unggahannya.
Dalam unggahan threads @forumwasitindonesia pun menuliskan bahwa info terakhir yang mereka dapat, kejadian pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa pemain profesional terhadap wasit di Turnamen Piala Bupati Bener Bersatu Cup 3, Kab. Semarang ini akan dibawa keranah hukum.
"Dan tidak ada kata damai untuk semua pelaku! kita akan kawal kasus ini sampai putusan akhir," tulis mereka.
Dalam postingan @pengamatsepakbola pun, @forumwasitindonesia memberikan komentar terkait beberapa pemain yang akan dilaporkan ke jalur hukum.
"Pemain profesional yang akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait kasus ini mengerucut ke beberapa nama, diantaranya Bayu Pradana (Barito Putera), Komarudin (Persikabo), Ilham Mahendra (Barito Putera), Heru Susanto (Eks Persita), dan Wahyu Wijiastanto (Eks Persiba Bantul) serta beberapa pemain lokal yang ikut melakukan pengeroyokan," tulisnya di kolom komentar.
"Saat ini tim kuasa hukum korban (wasit), sudah membentuk tim khusus dan akan melaporkan serta memperkarakan kejadian penganiayaan ini kepada pihak kepolisian," tutupnya.
Editor : Indra Zakaria