Karena fasilitas pendukung berupa selter itu juga membantu masyarakat dalam hal pelayanan angkutan. "Bisa mempersingkat waktu atau jarak tempuh," tekannya. Kini, tinggal bagaimana meyakinkan masyarakat untuk meramaikan penggunaan alat transportasi air.
Terkait hal tersebut, jawaban datang dari Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Banjarmasin, Ibni Achiruddin. Untuk menarik atau mengembalikan minat masyarakat untuk menggunakan alat transportasi sungai saat ini pihaknya tengah menggodok surat keputusan (SK) tentang trayek penyelenggaraan transportasi sungai.
SK itu dibuat agar ke depan, entah itu pemko ataupun pihak swasta bisa secara resmi mengoperasikan layanan transportasi sungai. Ya, Achiruddin menginginkan trayek itu tidak hanya ada di darat seperti halnya trayek Bus Trans Banjarmasin. Tapi juga di sungai-sungai di Banjarmasin. "SK trayek inilah yang sedang kami susun. Insyaallah tahun ini rampung," yakinnya.
"Kami inginnya ada bus atau taksi air yang bisa mengakomodir masyarakat yang hendak menggunakan jalur sungai di wilayah Banjarmasin," ujarnya. "Bisa disediakan oleh pemko sendiri, atau tidak menutup kemungkinan swasta yang menggarapnya ke depan," tambahnya.
Lebih jauh, sembari menyusun SK trayek, Achiruddin juga mengatakan, di tahun 2024 ini bakal ada pembangunan selter baru. Lokasinya di dua tempat, yakni di kawasan Muara Kelayan dan di depan Rumah Sakit Sultan Suriansyah.
Hanya saja, lantaran refocusing anggaran, pengerjaannya tidak menggunakan APBD. Melainkan memakai APBN. "Sumber pembiayaan pembangunannya berasal dari APBN. Bantuan dari Kemenhub. Yang mengerjakan juga langsung dari kementerian," jelasnya. "Digarap tahun ini dan bakal selesai di tahun ini," tandasnya. (*)