Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Karhutla di Kabupaten Banjar Mulai Merepotkan

M Fadlan Zakiri • 2024-09-19 16:00:00
MENYALA: Tim Satgas Karhutla Kabupaten Banjar sedang menangani karhutla di Desa Pasayangan, Martapura Barat. (Foto: RONY UNTUK RADAR BANJARMASIN
MENYALA: Tim Satgas Karhutla Kabupaten Banjar sedang menangani karhutla di Desa Pasayangan, Martapura Barat. (Foto: RONY UNTUK RADAR BANJARMASIN

 

Karhutla selalu melanda Kabupaten Banjar di musim kemarau. BPBD Kabupaten Banjar mencatat sudah sebanyak 56,277 hektare lahan yang hangus.

 

***

 Ada lima kebakaran lahan yang terjadi di lokasi berbeda dengan rentang waktu nyaris bersamaan pada sore hingga malam hari. Semuanya terjadi pada Selasa (17/9) tadi.
Lima lokasi itu terjadi di Desa Penggalaman dan Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat, Tatah Jaruju Kecamatan Tatah Makmur, Pasayangan Barat Kecamatan Martapura, serta Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk. “Cukup banyak karhutla yang kami tangani. Ada 5 desa di 4 kecamatan,” ungkap Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Warsita, Rabu (18/9) petang.

Lima peristiwa ini termasuk dalam 40 kasus yang terdata per 17 September 2024. Luasnya sudah sebanyak 56,277 hektare. “Semua angka tersebut sejak status siaga bencana kekeringan dan karhutla ditetapkan di wilayah Kabupaten Banjar pada 25 Juli 2024 lalu,” ungkap Warsita.

Kasi Kedaruratan BPBD Banjar, Muhammad Arifin mengakui bahwa karhutla kali ini memang cukup membuat repot petugas gabungan. Selain lokasinya terpisah, juga terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

Beruntung, personel Satgas Karhutla di Kabupaten Banjar sigap. Api yang membakar semak belukar dan jerami padi tersebut berhasil dipadamkan. “Dari lima desa ini luas lahan yang terbakar mulai dari 0,05 sampai paling luas 10 hektare di Tatah Jaruju,” ungkapnya.

Peristiwa di Desa Tatah Jeruju juga membakar area sawah yang sudah dipanen petani setempat. “Ada tumpukan jerami dan batang padi sisa panen yang mudah terbakar. Titik api banyak tersebar, sehingga sedikit menyulitkan tim,” ucapnya.
Sebelumnya, Tim Satgas Karhutla Kabupaten Banjar juga disibukkan dengan kasus karhutla di area Ring 1 Bandara.

Tepatnya di belakang makam Datu Bagul, Kecamatan Martapura. Karhutla yang terjadi pada Minggu (15/9) siang itu, juga cukup menyulitkan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. Kesulitan dalam melakukan penanganan lantaran titik api berada di tengah-tengah lahan. Selain itu titik api tersebar cukup jauh dan sulit dijangkau. Ditambah tiupan angin cukup kencang membuat semak belukar yang kering begitu cepat terbakar dan semakin menjadi.

Untungnya ketersediaan air cukup, karena di lokasi terdapat sungai kecil. Tim gabungan bisa menggunakan mesin alkon dan beberapa selang untuk penanganan.

Tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, EBR, BPK Combat, BPK Kula dan PMI Banjar berhasil memadamkan beberapa titik api setelah hampir 2 jam penanganan.

Sementara vegetasi yang terbakar semak belukar berupa tumbuhan purun dan bindrang dengan luasan lahan terbakar sekitar 5 hektare.

Untuk kasus karhutla di situ, diakui Arifin, cukup merepotkan lantaran api sering kembali menyala meski sudah dipadamkan. Penyebabnya faktor derasnya hembusan angin di bekas lahan gambut yang terbakar dan ditumbuhi semak belukar kering. “Kalau menurut analisis dari kawan-kawan pemicunya manusia, baik sengaja ataupun tidak, karena jalan inikan banyak dilewati masyarakat,” ujarnya. 

Pihaknya intens melakukan penanganan karhutla di wilayah tersebut dikarenakan masuk dalam ring 1 atau prioritas. “Asapnya bisa sampai ke bandara, dan bahkan akan mengganggu penerbangan,” yakinnya.

Lokasi Kebakaran Selasa (17/9/2024)

- Desa Penggalaman dan Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat
- Tatah Jaruju Kecamatan Tatah Makmur
- Pasayangan Barat Kecamatan Martapura

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria