Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

OTT Pajak Banjarmasin: Kepala KPP Madya Tiba di Jakarta, KPK Amankan Barang Bukti Rp1 Miliar

Redaksi Prokal • 2026-02-05 08:04:46
Juru bicara KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Juru bicara KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret pejabat perpajakan di Kalimantan Selatan. Hingga Kamis (5/2), tim penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga orang yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banjarmasin pada Rabu kemarin.

Salah satu pihak utama yang diamankan dalam operasi senyap tersebut adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono. Ketiga orang tersebut dilaporkan telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sejak Rabu malam dan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendalami konstruksi perkara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kehadiran para pihak tersebut di Jakarta. "Para pihak yang diamankan sejumlah tiga orang saat ini sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin," jelas Budi kepada media, Kamis (5/2).

Dalam rangkaian OTT tersebut, tim penindakan KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. KPK menduga kuat bahwa uang tersebut merupakan bagian dari praktik suap terkait pengurusan pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan.

Modus yang dilakukan diduga melibatkan kesepakatan antara pejabat pajak dan pihak swasta untuk mengatur nilai restitusi pajak. Nilai restitusi yang diajukan oleh pihak swasta tersebut ditaksir mencapai angka puluhan miliar rupiah. Suap diberikan dengan tujuan agar nilai pajak yang harus dibayarkan dapat dikurangi atau diatur sesuai keinginan pihak pemohon.

Rencananya, pimpinan KPK akan menggelar konferensi pers pada sore hari ini untuk mengumumkan secara resmi status hukum dari para pihak yang diamankan serta detail konstruksi perkara yang menjerat mereka. Proses hukum ini juga beriringan dengan langkah tegas Menteri Keuangan yang tengah melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Direktorat Jenderal Pajak pasca-insiden ini.(*)

Editor : Indra Zakaria