Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kalsel Segera Punya Stadion Internasional: Pemprov Tetapkan Lahan 28,7 Hektare di Banjarbaru, Anggaran Tembus Rp1 Triliun

Redaksi Prokal • 2026-02-14 15:00:00
Maket stadion internasional dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru seluas 28,7 hektare. (Pemprov Kalsel/Antara)
Maket stadion internasional dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru seluas 28,7 hektare. (Pemprov Kalsel/Antara)

 

BANJARBARU – Ambisi Kalimantan Selatan untuk memiliki fasilitas olahraga kelas dunia segera menjadi kenyataan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel secara resmi menetapkan lokasi pembebasan lahan seluas 28,7 hektare di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, sebagai tapak pembangunan stadion bertaraf internasional.

Langkah awal pembangunan ini didukung dengan alokasi anggaran pembebasan lahan sebesar Rp65 miliar. Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Kalsel, M Rum Mapawa, menjelaskan bahwa proses ini mencakup 88 pemilik lahan yang terdampak. Pemprov memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku guna menjamin kelancaran megaproyek ini.

Stadion ini dirancang bukan sekadar sebagai arena olahraga, melainkan sebuah ruang publik multifungsi yang representatif. Selain untuk mendongkrak prestasi atlet Banua, stadion ini diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, hingga konser musik berskala besar. Kehadiran infrastruktur ini diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya melalui sektor hiburan dan pariwisata olahraga.

Terkait teknis pembangunan, Pemprov Kalsel menerapkan skema design and build dengan total pagu anggaran mencapai Rp1 triliun. Anggaran jumbo tersebut dialokasikan dalam skema tahun jamak (multi-years) mulai dari 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama ini, fokus pekerjaan akan dititikberatkan pada pengolahan, perkuatan struktur tanah, serta pembangunan fondasi awal bangunan.

M Rum Mapawa menambahkan bahwa saat ini paket manajemen konstruksi sudah mulai ditayangkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dengan skema rancang bangun, penyempurnaan desain dan pengerjaan fisik akan berjalan secara simultan untuk mengejar target penyelesaian. Pemerintah Provinsi Kalsel menargetkan stadion yang akan menjadi ikon baru di daerah berjuluk Bumi Lambung Mangkurat ini dapat rampung sepenuhnya pada akhir 2028. (*)

Editor : Indra Zakaria