Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Diduga Selingkuh, Oknum Kades dan Perangkat Desa Digerebek Warga di Pelaihari

Redaksi Prokal • 2026-03-10 09:15:00

GEGER:Mobil Polisi dari Polsek Pelaihari membawa seorang oknum Kades berinisial A yang digrebek warga di Komplek Flamboyan, keurahan Karag Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tala, Senin (9/3/2026)
GEGER:Mobil Polisi dari Polsek Pelaihari membawa seorang oknum Kades berinisial A yang digrebek warga di Komplek Flamboyan, keurahan Karag Taruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tala, Senin (9/3/2026)

 

PELAIHARI – Suasana tenang di Komplek Gerilya Flamboyan, Kelurahan Karang Taruna, Kecamatan Pelaihari, mendadak geger pada Senin (9/3) siang. Warga setempat melakukan penggerebekan terhadap dua oknum aparat desa yang diduga menjalin hubungan terlarang di sebuah rumah di kawasan tersebut.

Kedua oknum yang diamankan tersebut diketahui berinisial A, yang menjabat sebagai Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pelaihari, dan M, seorang perangkat desa dari wilayah Kecamatan Takisung. Keduanya diduga memiliki hubungan gelap meskipun masing-masing diketahui telah memiliki keluarga sah.

Kecurigaan warga di sekitar komplek ternyata sudah berlangsung cukup lama. Beberapa penghuni mengaku sering melihat keduanya datang dan pergi bersama di luar jam kerja dengan aktivitas yang dinilai tidak wajar bagi orang yang bukan penduduk setempat. Hal inilah yang memicu warga untuk melakukan pengawasan secara diam-diam demi menjaga ketertiban lingkungan.

Setelah melakukan pengintaian, warga bersama pihak keamanan komplek dan perwakilan keluarga akhirnya memutuskan untuk melakukan penggerebekan. Aksi ini sempat menarik perhatian massa dan menimbulkan kerumunan di lokasi kejadian. Ketua RT 7B Komplek Gerilya Flamboyan, Raniansyah, membenarkan bahwa pihak pengurus lingkungan telah menerima banyak laporan keresahan warga terkait perilaku kedua oknum tersebut sebelum akhirnya tindakan pengamanan dilakukan.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri dan menjaga kondusivitas di bulan Ramadan, warga segera menyerahkan pasangan tersebut kepada pihak berwajib. Saat ini, oknum Kepala Desa dan perangkat desa tersebut telah dibawa ke Polsek Pelaihari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran asusila.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dan belum memberikan keterangan resmi mengenai sanksi atau pasal yang akan dikenakan. Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat Tanah Laut, terutama terkait etika dan moralitas oknum pejabat publik di tingkat desa. (*)

Editor : Indra Zakaria