BANJARMASIN — Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah, geliat arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Ribuan warga Kalimantan Selatan terpantau mulai memadati pelabuhan untuk menyeberang ke Pulau Jawa guna merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Berdasarkan data dari PT Pelindo III Banjarmasin, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Trisakti sejak periode H-14 hingga Selasa (10/3/2026) tercatat telah mencapai 4.524 orang. Sebaliknya, jumlah penumpang yang tiba di Banjarmasin melalui pelabuhan ini berada di angka 584 orang.
Tak hanya penumpang, arus logistik dan kendaraan juga ikut bergerak dinamis. Tercatat sebanyak 1.056 unit kendaraan diberangkatkan dari pelabuhan, sementara 606 unit kendaraan lainnya terpantau turun dari kapal.
Strategi mudik lebih awal tampaknya menjadi pilihan favorit bagi sebagian warga. Nugroho, seorang pedagang yang sedang mengantre bersama keluarganya, mengaku sengaja memesan tiket lebih cepat agar terhindar dari puncak kepadatan.
"Mudik lebih awal bisa lebih santai di kampung halaman, jadi kami bisa menikmati waktu lebih lama di kampung tanpa harus berdesak-desakan," ungkapnya saat ditemui di area pelabuhan.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (PT DLU) Banjarmasin, Anton Wahyudi, memperkirakan peningkatan ini baru permulaan. Ia memprediksi gelombang besar pemudik atau puncak arus mudik lewat jalur laut akan terjadi pada sepekan menjelang Lebaran.
"Kalau sekarang kondisinya ramai namun masih mengalir. Biasanya puncak arus mudik di Pelabuhan Trisakti akan terjadi pada H-7 mendatang," jelas Anton.
Pihak operator kapal dan pengelola pelabuhan mengimbau para calon penumpang untuk tetap memantau ketersediaan tiket secara daring dan datang lebih awal dari jadwal keberangkatan guna memastikan kelancaran proses boarding di tengah meningkatnya volume penumpang. (*)
Editor : Indra Zakaria