BATULICIN- Nasib malang menimpa ratusan penumpang tujuan Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan, yang kini harus terlantar di Pelabuhan ASDP Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Sebanyak 261 orang terpaksa menunggu ketidakpastian setelah diturunkan paksa dari KMP Awu-Awu pada Selasa dini hari akibat kondisi kapal yang mengalami overkapasitas. Ironisnya, banyak dari mereka yang mengaku menjadi korban praktik percaloan dengan membayar tiket berkali-kali lipat dari harga resmi.
Salah satu kisah pilu datang dari Enceng, seorang ibu hamil tua yang hendak pulang ke kampung halamannya di Bone untuk bersalin dan berlebaran. Enceng dan suaminya mengaku merogoh kocek hingga Rp800 ribu untuk dua tiket yang ditawarkan oleh oknum di pelabuhan—padahal harga resmi tiket pejalan kaki hanya Rp128 ribu. Namun, saat pemeriksaan mendadak sebelum kapal berangkat, tiket tersebut dinyatakan tidak sah karena hanya terdaftar sebagai tiket golongan anak-anak seharga Rp13 ribu. Kericuhan pun sempat pecah di atas geladak saat petugas memaksa ratusan penumpang turun.
Praktik culas ini diduga melibatkan jaringan yang rapi, mulai dari oknum sopir travel hingga dugaan keterlibatan oknum internal kapal. Beberapa penumpang lain bahkan mengaku membayar paket perjalanan langsung senilai Rp2,5 juta kepada sopir travel dengan janji akan diantar hingga ke depan rumah, namun berakhir dengan tidak mengantongi tiket resmi. Kini, ratusan orang tersebut hanya bisa bertahan di ruang penampungan sementara dengan beban biaya hidup yang kian membengkak.
Guna meringankan beban para korban, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah mendirikan dapur umum untuk menjamin konsumsi para penumpang yang terlantar. Sementara itu, pihak otoritas Pelabuhan ASDP Batulicin menjanjikan para penumpang akan segera diberangkatkan pada Kamis ini tanpa dikenakan biaya tambahan. General Manager Pelabuhan ASDP Batulicin, Ardian, menegaskan bahwa tindakan penurunan paksa kemarin dilakukan murni demi keselamatan pelayaran, mengingat kapasitas kapal yang terbatas hanya untuk 240 orang.
Terkait maraknya praktik percaloan yang mencoreng pelayanan arus mudik ini, pihak ASDP menyatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut. Fokus saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dapat segera berlayar ke kampung halaman dengan selamat. Namun, kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para pemudik untuk tetap waspada dan hanya melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi guna menghindari penipuan serupa di tengah tingginya arus mudik Lebaran.(*)
Editor : Indra Zakaria