Lima orang pekerja pemasangan tiang kabel fiber optik untuk jaringan internet tersengat (kesetrum) aliran listrik tegangan menengah milik PLN di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (5/8/2024). Dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dan mendapat perawatan dari Puskesmas Karang Mulya. Semua korban merupakan warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Informasi dihimpun radarsampit.com, kejadian bermula saat lima pekerja yang terdiri dari Agus Maulana, Yayan Hardiana, Iqbal Arsalan, Ramdani, dan Abdul Rahmat mendapat tugas mendirikan tiang jaringan kabel fiber optik untuk internet yang lokasinya berdekatan dengan tiang listrik PLN. Saat proses pendirian tiang, awalnya berjalan dengan baik, namun saat posisi tiang sudah mendekati tegak. Tanpa mereka sadari diduga ujung paling atas tiang menyentuh kabel listrik PLN hingga akhirnya mereka kesetrum. Akibatnya dua orang meninggal di tempat kejadian yakni Agus Maulana, Yayan Hardiana, sedangkan tiga korban selamat Iqbal Arsalan, Ramdani, dan Abdul Rahmat selamat meski sempat menempel di tiang yang didirikannya.
Saksi di lokasi kejadian yang juga merupakan tim pemasangan tiang, Anang Abdul Aziz mengungkapkan bahwa dua korban meninggal setelah terpental begitu listrik mengalir di tiang yang mereka dirikan. “Kesetrumnya sekitar 3 detik saja, dua korban yang meninggal itu terpental begitu tiang yang mereka pegang teraliri listrik,” ujarnya. Kemudian, lanjutnya, tiga orang yang selamat itu masih menempel di tiang dan langsung dia tarik agar terlepas. “Tiga orang lainnya itu masih menempel, langsung saya tarik rompi yang mereka pakai, mungkin saat itu meskipun listrik sudah tidak ada tapi karena mereka lemas jadinya menempel di tiang itu,” lanjutnya.
Setelah kejadian itu dia langsung menghubungi rekan-rekan kerja lainnya hingga akhirnya ada aparat Polsek Pangkalan Banteng dan tiga Ambulans yang mengevakuasi mereka. Kapolsek Pangkalan Banteng AKP Muhammad Fachrurraji mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian itu sekitar pukul 13.00 WIB.
“Laporan masuk, anggota langsung ke lapangan untuk memasang garis polisi sekaligus mengabari Puskesmas Karang Mulya dan tim evakuasi,” katanya. Menurutnya dari pemeriksaan awal para saksi dan korban selamat, kejadian ini merupakan laka kerja. Untuk proses selanjutnya dan juga perihal penyelidikan lebih mendalam, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Terpisah, dokter jaga UGD Puskesmas Karang Mulya mengungkapkan bahwa dua korban tiba di Puskesmas sudah dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan tiga korban selamat hanya mengalami luka terbakar tingkat satu di beberapa bagian jari tangan dan juga kaki. “Tiga korban selamat ini tiba ke UGD dengan kondisi lemas, dua orang harus kami rawat lebih lanjut, sedangkan satu orang lagi sudah bisa pulang,” katanya. (sla)
Editor : Indra Zakaria