SAMPIT- Warga yang bermukim di bantaran Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali diselimuti rasa cemas. Sebuah video amatir yang beredar di media sosial merekam momen mendebarkan saat seekor buaya berukuran cukup besar muncul ke permukaan sungai pada Selasa malam (24/2). Dalam rekaman tersebut, predator air ini tampak sedang menyantap sesuatu di antara tumpukan sampah yang mengapung, tepat saat sorot cahaya senter warga mengarah ke tubuhnya.
Lokasi kemunculan predator ini diketahui berada di wilayah Ketapang Hilir, tidak jauh dari Pelabuhan H Ali. Supian, warga yang membagikan rekaman tersebut, mengonfirmasi bahwa penampakan buaya tersebut sangat jelas dan ukurannya tergolong besar sehingga memicu reaksi kaget dari warga yang melihatnya. "Wih ganal! (Wah besar)," ujar salah satu warga dalam rekaman tersebut yang menggambarkan betapa dekatnya jarak antara pemukiman dengan ancaman predator tersebut.
Insiden ini bukan kali pertama terjadi di pekan yang sama. Sebelumnya, warga Desa Pelangsian juga dikejutkan dengan penampakan serupa pada Sabtu sore (21/2). Rentetan kemunculan ini meningkatkan kekhawatiran masyarakat, mengingat Sungai Mentaya masih menjadi jantung aktivitas harian mulai dari mandi hingga mencuci baju. Kebiasaan warga yang memelihara ternak di pinggir sungai atau membuang bangkai hewan ke air diduga menjadi magnet utama yang menarik buaya-buaya tersebut mendekati pemukiman.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengimbau masyarakat untuk segera meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di sungai, terutama pada malam hari. Muriansyah menjelaskan bahwa perilaku buaya yang berani muncul di pemukiman sangat dipengaruhi oleh faktor ketersediaan makanan akibat limbah rumah tangga. "Kalau ada bangkai atau limbah dibuang ke sungai, itu menjadi sumber makanan buaya. Lama-lama mereka terbiasa berada di sekitar permukiman," jelasnya.
Selain meminta warga untuk lebih berhati-hati, pihak BKSDA juga mendesak masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang sampah dan memelihara ternak di bantaran sungai demi memutus siklus kedatangan predator tersebut. Muriansyah menegaskan agar warga segera melapor kepada aparat berwenang jika kembali melihat tanda-tanda keberadaan buaya guna menghindari terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat berakibat fatal.(*)
Editor : Indra Zakaria