PALANGKA RAYA – Mobilitas masyarakat di pintu udara Kalimantan Tengah diperkirakan akan mengalami lonjakan tajam menjelang akhir Maret 2026. Manajemen Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kini tengah bersiap menyambut gelombang arus balik pemudik yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode 27 hingga 29 Maret atau bertepatan dengan H+6 dan H+8 Lebaran.
Plt Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menjelaskan bahwa pada hari normal, pergerakan penumpang di bandara kebanggaan warga Kalteng ini berkisar antara 2.000 hingga 2.200 orang per hari. Namun, seiring berakhirnya masa libur Idulfitri, angka tersebut diproyeksikan melonjak signifikan.
“Prediksi untuk puncak arus balik terjadi pada 27 Maret atau H+6 setelah Lebaran. Kami memperkirakan jumlah penumpang akan mencapai sekitar 3.900 orang dalam sehari,” ujar I Made Darmawan saat memberikan keterangan resmi, Selasa (24/3).
Lonjakan penumpang pesawat ini diperkirakan akan didominasi oleh rute-rute menuju kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, seiring dengan kembalinya warga ke perantauan untuk memulai rutinitas pekerjaan. Guna mengantisipasi kepadatan tersebut, pihak bandara telah mengaktifkan Posko Terpadu yang melibatkan berbagai unsur instansi pemerintah demi menjamin kelancaran, ketertiban, dan kenyamanan para pengguna jasa penerbangan.
Senada dengan pihak bandara, jajaran Polresta Palangka Raya melalui personel Satsamapta Objek Vital (Satpamobvit) juga telah disiagakan penuh. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area keberangkatan hingga kedatangan, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah tingginya mobilitas penumpang.
Kapolresta Palangka Raya, Dedy Supriadi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel merupakan prioritas utama dalam menghadapi siklus tahunan ini. Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan manajemen bandara agar pelayanan kepada penumpang tetap optimal meskipun terjadi penumpukan di terminal.
“Personel kami disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas arus balik berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat merasa nyaman saat melakukan perjalanan kembali ke tujuan masing-masing,” pungkas Dedy. (*)
Editor : Indra Zakaria