PENAJAM, - Ribuan bibit pohon yang ada di lokasi persemaian desa Mentawir, kecamatan Sepaku, kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini disiapkan sebagai pengganti kerusakan hutan di sejumlah titik yang telah kritis dan memang memerlukan pembaharuan penghijauan khususnya di wilayah IKN.
Bibit-bibit pohon kayu tersebut sebagian dikumpulkan dari hutan liar, kemudian dipindahkan ke polibag atau plastik semai kecil untuk dirawat dalam lokasi persemaian ini. Selain jenis pohon kayu, berbagai jenis pohon buah juga dikembangkan di lokasi itu seperti durian, rambutan, rambai dan masih banyak lagi jenis tanaman buah lainnya.
Bagian Humas dan Protokol Pemkab PPU saat bincang-bincanng bersama sejumlah tenaga kerja pembibitan di lokasi ini telah mengorek sejumlah informasi terkait persemaian itu. Mulai bagaimana proses persemaian dilakukan, jenis-jenis tanaman yang disemai hingga dari mana saja bibit-bibit pohon kayu dan buah itu didatangkan. Bincang- bincang ini dilakukan sebelum kedatangan Presiden RI, Joko Widodo dan jajarannya ke lokasi ini pada Rabu, (22/6/2022) pagi.
“Ini adalah bibit pohon rambai yang dicabut dari bawah pohon indukannya di hutan kemudian kami pindahkan ke plastik semai kecil ini, sebelum ditanam kembali ke hutan, “ kata salah satu pekerja di tempat ini kepada Humas pemkab PPU.
Sejumlah pekerja di lokasi penyemaian bibit itu mengatakan bahwa proses penyemaian ini dapat dikatakan tidak mudah namun juga tidak terlalu sulit. Alasannya tidak mudah karena harus memindahkan pohon-pohon anakan ke tempat yang telah disiapkan itu. Terkadang dalam prosesnya bibit akan kering dan mati.
" Jika bibit pohon ini terlambat dipindahkan ke polibag maka bibit menjadi kering dan mati. Makanya kami harus cepat memindahkannya ke polibag ini agar tidak banyak yang kering dan mati, " jelas pekerja ini.
Seperti diketahui pembangunan Persemaian Mentawir ini merupakan kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan swasta. Persemaian ini dibangun di atas lahan seluas 120 hektare, dengan area persemaian dan bangunan sekitar 32,5 hektare. Persemaian ini menggunakan konsep kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dari informasi yang ada bahwa persemaian tersebut dapat memproduksi 15--20 juta bibit per tahun. Nantinya, jutaan bibit yang dihasilkan dari Persemaian Mentawir akan dibawa ke IKN untuk ditanam di lahan-lahan kritis di sana.
Presiden Joko Widodo berharap Persemaian Mentawir itu dalam 6--7 bulan ke depan sudah dapat memproduksi bibit pohon yang antara lain terdiri dari kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, dan jambu-jambuan itu. Selanjutnya penanaman pohon-pohon tersebut diharapkan akan menarik satwa dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.
Presiden meminta dari 256 ribu hektare areal seluruh daerah otorita IKN, 70 persen adalah tutupan alam dan pepohonan. Sekarang baru ada 42 persen, sehingga harus ditambahkan 28 persen lagi untuk bisa hijau semuanya dan konsep IKN sebagai Green City akan betul-betul terlihat.
"Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kita awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada, agar area-area di IKN dan sekitarnya kembali pada fungsi semula, yaitu sebagai hutan tropis, bukan hutan monokultur yang homogen," kata Joko Widodo dalam kunjungan itu. (sbb/adv/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan