Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gencarkan Pemahaman Politik, Tekan Angka Golput

rahman-Rahman Hakim • Sabtu, 9 Desember 2023 - 03:01 WIB
Photo
Photo

TANJUNG REDEB –  Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, terus menggelar sosialisasi untuk menekan angka golongan putih (golput) di Berau.

Menurut Kepala Kesbangpol Berau, Salim, sosialisasi kepada generasi milenial lebih digencarkan. Pasalnya pemahaman politik masih dianggap rendah bagi kaum milenial yang baru menginjak usia 17 tahun.

Dijelaskannya, penyebab angka golput cukup tinggi, karena masyarakat yang bersikap apatis terhadap politik. Masyarakat dengan tipe seperti ini disebutnya tidak lagi peduli dengan urusan politik, bahkan tidak juga mencari tahu apa itu golput dan risiko jika memilih golput pada setiap pemilu.

“Ini yang harus dihilangkan, target angka pemilih itu 77 persen,” katanya.

Tingginya angka golput menyebabkan rendahnya tingkat kepercayaan dan kredibilitas calon terpilih. Akibatnya, pemerintah daerah tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik karena kurangnya dukungan politik.

Sebaliknya, raihan suara yang meyakinkan, akan meningkatkan kepercayaan diri dan kredibilitas seorang pemimpin daerah. Dengan dukungan politik yang cukup besar, maka bisa melaksanakan amanat dan janji politiknya dengan keyakinan tinggi.

Golput diterangkannya bukan hanya disebabkan keengganan untuk memilih. Namun juga bisa terjadi karena berbagai halangan, misalnya disabilitas. Untuk itu, perlu dibangun kesadaran untuk memberikan akses yang layak bagi pemilih disabilitas.

“Sebab mereka pun adalah warga negara yang memiliki hak politik untuk memilih, yang dijamin oleh konstitusi,” katanya.

Terpisah, Ketua KPU Berau, Budi Harianto mengatakan, tahun 2024 daftar pemilih tetap (DPT) di Berau mencapai 191.843 jiwa. Dengan jumlah pemilih laki-laki mencapai 103.100 dan jumlah pemilih perempuan yakni 88.743 jiwa. Yang tersebar di 13 kecamatan, 110 kampung dan 807 tempat pemungutan suara (TPS).

“Memang ada kenaikan dibanding 2019 lalu,” katanya.

Dijelaskan Budi, untuk pemilih disabilitas di Berau mencapai 796 jiwa. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi KPU Berau, untuk suksesnya pagelaran pesta demokrasi.

Menurut Budi, KPU sudah mempersiapkan sesuai Perppu, termasuk memastikan penyelenggaraan Pilkada memenuhi hak (politik) penyandang disabilitas.“Sudah, dan pastinya ada pendampingan,” tuturnya.

Sementara untuk pemahaman terhadap generasi muda, dikatakan Budi, pihaknya gencar melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula, tata cara melakukan pencoblosan.

Partisipasi pemilih dalam Pemilu dan pemilihan adalah tanggung jawab bersama antara penyelenggara Pemilu, pemerintah, partai politik dan segenap warga negara dimana perhelatan itu diselenggarakan.

“Partisipasi tidak bisa dibebankan kepada salah satu pihak, semua harus bersatu padu melakukan strategi sesuai kapasitas masing-masing,” ucapnya.

Pemilih pemula adalah bagian dari pemilih yang menjadi banyak perhatian publik. Perhatian ini demikian tajam mengingat sikap apatis yang ditunjukkan mayoritas anak muda sejak meluasnya penggunaan media sosial. Hal ini tentu memiliki alasan yaitu secara kasat mata masyarakat melihat para kaum muda lebih asyik dengan permainan dunia maya dibandingkan dunia nyata.

“Hal yang dikawatirkan adalah minimnya informasi atau informasi tidak berimbang yang mereka dapatkan dari internet atau media sosial, dan lebih disayangkan lagi jika lingkungan pun justru mengabaikannya dalam ketidaktahuannya,” tuturnya.(hmd/arp/adv)

Editor : rahman-Rahman Hakim
#ADV PEMKAB BERAU 2023