Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Angkat Kearifan Lokal, Panggung MTQ Berbentuk Masjid Kesultanan Paser

adminbp-Admin Balpos • Senin, 25 Maret 2019 - 17:35 WIB
KEARIFAN LOKAL: Panggung MTQ XV PPU berbentuk Masjid Kesultanan Paser.
KEARIFAN LOKAL: Panggung MTQ XV PPU berbentuk Masjid Kesultanan Paser.

PENAJAM- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XV Tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan dilaksanakan di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu pada 21-26 Maret 2019. Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati PPU Hamdam pada Jumat (22/3) malam.

Dalam pelaksanaan akbar ini, panitia pelaksana MTQ XV tidak meninggalkan kearifal lokal. Terutama pada desain panggung utama MTQ di Lapangan Desa Gunung Mulia. Panggung dibangun dalam bentuk replika Masjid Kesultanan Paser. Ketua Panitia Pelaksana MTQ XV PPU Margono Sutanto mengatakan, panggung berbentuk Masjid Kesultanan Paser ini dibangun bersama warga setempat. “Warga Bangun Mulia saling bahu membahu membantu panitia untuk meyukseskan kegiatan ini, utamanya pembuatan panggung utama,” kata Margono di malam pembukaan MTQ XV PPU.

Margono menyatakan, panggung berbentuk Masjid Kesultanan Paser bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal, sekaligus mengingatkan kepada seluruh peserta maupun warga yang hadir di acara MTQ tersebut terkait dengan kemajuan arsetektur di zaman dulu.  “Panggung MTQ ini berbentuk Masjid Kesultanan Paser. Karena kami mencoba menghadirkan nuansa klasik. Dengan harapan, mengingatkan kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang maju sejak zaman dulu diberbagai bidang. Termasuk kemajuan di bidang arsitektur. Selain keindahan arsitektur yang khas, termasuk bangunan-bangunan yang ada di Indonesia, khususnya masjid memiliki nilai kearifan lokal dan nilai filosofi. Menunjukkan, bahwa kita merupakan bangsa berbudi luhur,” ujarnya.

Ia menyatakan, panggung berbentuk Masjid Kesultanan Paser ini memiliki atap bersusun tiga dan seluruh sisi bangunan memiliki makna tersendiri. “Atap paling bawah melambangkan iman. Keimanan tertanam kokoh dalam hati  diharapkan hidup lebih terarah dan mendapatkan kebahagian lahir batin. Atap tengah atau kedua, melambangkan Islam. Kelima rukun islam yang ada diharapkan kita mendapatkan keselamatan. Atap paling atas atau ketiga, melambangkan ihsan. Ihsan pada diri kita akan selalu yakin langkah hidup selalu diawasi untuk selalu berbuat baik. Dan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya,” jelas Camat Babulu ini.

Bahan atap juga dari sirap kayu ulin, Margono menyatakan, sirap kayu ulin disusun menjadi satu kesatuan untuk melindungi bangunan dan orang beraktifitas dalam bangunan tersebut dari berbagai terpaan cuaca. “Ini melambangkan pentingnya persatuan dan kesatuan. Saling melindungi satu sama lain,” terangnya.

MTQ XV PPU ini diikuti 281 peserta dari empat kecamatan. Dari Kecamatan Penajam mengutus sebanyak 87 peserta, offisial dan pendamping. Kecamatan Sepaku 45 peserta termasuk offisial dan pendamping. Kecamatan Waru sebanyak 69 peserta juga termasuk offisial dan pendamping. Sementara Kecamatan Babulu seaku tuan rumah mengutus sebanyak 82 peserta, offisial dan pendamping. (kad/rus)

Editor : adminbp-Admin Balpos