BALIKPAPAN-Tren kejahatan pada bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran biasanya mengalami peningkatan. Pasalnya, banyak masyarakat yang mengambil uang dalam jumlah besar. Tak hanya itu, peredaran uang palsu (upal) juga menjadi atensi.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan, peredaran upal biasanya terjadi dalam transaksi yang sifatnya kecil. “Untuk upal ini biasa terjadi di transaksi yang sifatnya kecil. Pelaku menggunakan satuan uang yang paling besar, tujuannya memecah uang tersebut. Karena itu pedagang harus lebih hati-hati, tetap harus ada kewaspadaan,” ujar Ade Yaya.
Kepolisian juga akan melakukan patroli. Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati, jangan sampai menjadi sasaran kejahatan. Sementara bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi dalam jumlah besar, seperti penarikan atau penyetoran uang di bank, diminta untuk meminta pengawalan kepolisian.
“Biasanya jelang Lebaran ‘kan banyak transaksi keuangan untuk kebutuhan Lebaran. Bisa pribadi maupun perusahaan untuk THR (tunjangan hari raya, Red), itu yang harus lebih waspada. Minta bantuan pengawalan kepolisian agar aman sampai tujuan,” jelasnya.
Ade Yaya memastikan bantuan pengawalan dari kepolisian tidak dipungut biaya alias gratis. “Silakan hubungi kepolisian terdekat. Polres, polsek, atau Bhabinkamtibmas di lingkungan sekitar. Itu gratis,” pungkasnya. (pri/cal/k1)
Editor : adminbp-Admin Balpos