LIBURAN telah usai. Anak-anak kita kembali melakukan aktivitas rutin seperti biasa yakni sekolah. Di benak para orangtua, sudah saatnya anak kembali fokus belajar dan meninggalkan segala aktivitas yang dilakukan anak saat liburan. Namun, bagi anak sekolah sering kali kebiasaan dan suasana liburan masih terbawa-bawa saat sudah mulai masuk sekolah. Di sinilah terkadang anak kita masih ada rasa malas belajar dan turun sekolah.
Begitu pula bagi kita para guru. Bagi guru, tugasnya adalah bagaimana menjadikan anak didik kita memiliki knowledge dan kepribadian yang mantap. Dua hal itulah yang ingin kita raih saat mendidik mereka. Namun, hal tersebut tidak dapat kita raih kalau anak didik kita ‘MALAS’.
Nah, di sinilah pentingnya peran kita baik sebagai guru maupun orang tua untuk memberikan semangat kepada anak-anak kita. Pada tulisan ini saya berbagi beberapa cara untuk membangun semangat belajar anak.
Adapun cara yang dapat kita lakukan sebagai guru dan orangtua, yaitu sebagai berikut:
Pahamkan kepada anak bahwa sebagai pelajar tugas utamanya adalah belajar. Saat liburan, maksimalkan untuk liburan di samping mengerjakan tugas-tugas yang perlu dilakukan saat liburan. Namun, pada saat masuk sekolah harus memaksimalkan diri untuk belajar dan bersekolah.
Tanamkan pada benak anak-anak kita agar memiliki visi atau impian yang tinggi dan spesifik. Impian tinggi artinya tidak setengah-setengah. Tanamkan pada diri mereka untuk memiliki impian setinggi mungkin. Tidak perlu takut untuk memiliki impian karena impian itu ‘gratis’.
Impian yang spesifik artinya impian yang terfokus dan khusus. Tidak umum. Sebagai contoh, bercita-cita untuk menjadi orang yang berguna. Impian ini terlalu umum. Dispesifikkan saja, misal bercita-cita menjadi dokter yang berguna bagi masyarakat atau sebaiknya lebih spesifik lagi, contohnya bercita-cita menjadi dokter spesialis urologi.
Visi atau impian akan membuat jalan kesuksesan sekaligus motivasi buat anak-anak kita. Maka dari itu, tanamkanlah visi pada diri mereka.
Ajarkan kepada anak-anak kita agar sungguh-sungguh berusaha. Jangan hanya memiliki cita-cita tinggi dan tidak ada usaha meraih cita-cita tersebut. Usaha yang dimaksud adalah rajin belajar dan semangat bersekolah.
Motivasi mereka agar semangat dan memiliki keinginan yang besar. Tumbuhkan semangat anak untuk bersekolah dan belajar. Bila mereka semangat, maka mereka akan konsisten. Semangat itu akan mendorong mereka kreatif dalam belajar dan mewujudkan impian mereka.
Tumbuhkan pada diri mereka skill agar bisa berkolaborasi dengan sesuatu atau orang-orang yang ada di dekatnya. Ajarkan mereka untuk ‘melibatkan’ Allah dalam setiap aktivitas mereka dengan senantiasa yakin kepada Allah, bahwa Allah lah yang menghidupkan manusia dan akan menolong hamba-Nya yang meminta kepada-Nya.
Tanamkan dalam keyakinan mereka bahwa Allah telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan ini dengan mudah, apalagi ‘sekadar’ memudahkan urusan-urusan manusia. Maka dari itu, berdoalah kepada-Nya, minta agar impian tercapai dan tentunya dibarengi dengan rasa tunduk, ikhlas dan menyerahkan semua urusan kepada-Nya.
Ajarkan pula agar mereka mampu bekerja sama dengan guru (dalam hal belajar, mencari ilmu, konsultasi masalah pelajaran dan sebagainya), dengan orangtua (dalam meminta doa dan saran-sarannya) dan dengan teman-temanya (dalam bergaul, belajar, mencari referensi, latihan-latihan soal dan sebagainya).
Semoga cara ini dapat kita tanamkan dan membantu anak-anak kita agar semangat belajar dan menjalankan aktivitas sekolah dengan lancar. Semoga anak-anak kita kelak dapat meraih cita-citanya dan membahagiakan orangtuanya.
*) Dosen, Trainer Quantum dan Pemerhati Anak
Editor : uki-Berau Post