Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bahasa Banua Sulit Masuk Sekolah

uki-Berau Post • 2022-03-12 20:09:22
Ilustrasi
Ilustrasi

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Murjani, mengaku kesulitan mewujudkan Bahasa Berau atau Banua masuk ke dalam mata pelajaran muatan lokal.

Hal itu diutarakannya, karena tenaga pengajar untuk hal tersebut belum ada yang memenuhi persyaratan. “Karena persyaratan guru itu harus S-1. Itu yang kita belum punya,” katanya, Jumat (11/3).

Namun dipastikannya, kalau Disdik sangat mendukung pelestarian bahasa daerah dalam mata pelajaran muatan lokal. Terlebih keberadaan Bahasa Banua semakin jarang terdengar di kehidupan sehari-hari. Lantaran sudah banyak pendatang dari berbagai daerah ke Bumi Batiwakkal, sehingga lebih memilih Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.

Selain itu, kurikulum bahasa daerah juga perlu disiapkan terlebih dahulu. Sebagai langkah awal, perlu ditindaklanjuti dengan membuat tim khusus bahasa daerah. Karena saat ini belum ada yang menggali dan merumuskan hal itu.

“Terkait memungkinkan atau tidak, tergantung persyaratan dulu. Pertama dibentuk tim untuk merumuskan tools-toolsnya. Dari kelas 1-6 SD harus ada kurikulumnya,” jelasnya.

Lanjutnya, kurikulum merupakan rangkaian materi yang nantinya bisa digunakan sebagai acuan dalam membuat buku pelajaran bahasa daerah. Secara garis besar apa saja yang diajarkan akan termuat di dalam kurikulum.

“Nanti si penulis buku bisa melihat kurikulum tersebut terkait apa yang dipelajari dari kelas 1-6 SD. Jadi lebih mudah. Karena memang idealnya punya bukunya dulu jadi waktu tidak habis untuk menulis di papan tulis,” imbuhnya.

“Saya belum tahu persis apakah Bahasa Banua memiliki tulisannya sendiri. Itu yang perlu diperdalam lagi,” tambahnya.

Solusi sementara, disepakati Bahasa Banua akan digunakan semua guru sebagai bahasa pengantar di dalam kelas sebelum memulai pelajaran.

Dengan hal itu, diharapkan menjadi wadah pengenalan dan pancingan awal kepada semua siswa agar mengerti bahasa daerah Kabupaten Berau.

“Kalau bahasa pengantar, semua guru Insyaallah bisa belajar. Karena hanya digunakan sebagai sapaan saja,” ucapnya.

Suardi menambahkan, pihaknya pernah mengetahui bahwa sempat ada kamus Bahasa Banua yang dibuat oleh salah satu guru asli Suku Berau. Tetapi, keberadaan kamus tersebut saat ini belum diketahui.

“Seharusnya kamus itu memang diperbanyak. Itu kan salah satu yang tak kalah penting,” bebernya. (hmd/sam)

Editor : uki-Berau Post
#ragam