Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cegah Adanya yang Berdaya Ledak Kuat, Pantau Penjualan Petasan

izak-Indra Zakaria • 2022-04-12 20:10:33
AKAN DIPANTAU: Jajaran kepolisian berjanji memantau aktivitas penjualan petasan maupun bunga api, mencegah adanya petasan dengan daya ledak yang kuat.
AKAN DIPANTAU: Jajaran kepolisian berjanji memantau aktivitas penjualan petasan maupun bunga api, mencegah adanya petasan dengan daya ledak yang kuat.

TANJUNG REDEB – Adanya keluhan dari Lurah Karang Ambun, Arif Mulyono yang meminta instnasi terkait untuk menertibkan para remaja yang bermain petasan di wilayahnya disrepons Kapolres Berau, AKBP Anggoro Wicaksono.

Disebutnya, hingga kini jajarannya sudah rutin melakukan patroli termasuk di Kelurahan Karang Ambun untuk menjaga ketertibam masyarakat (Kamtibas) pada saat bulan Ramadan. “Ramadan adalah bulan ketenangan, jadi saya juga sudah sampaikan kepada anggota untuk bisa menertibkan jika ada yang mengganggu ketenangan tersebut," ujarnya kepada awak media, Senin (11/4).
Untuk mengatasi persoalan aksi remaja yang bermain petasan, pihaknya juga akan langsung menelusuri hingga pedagang, memastikan apa yang dijual ialah petasan dengan daya ledak yang rendah.

“Sejauh ini menurut informasi dari intel kami untuk wilayah Kabupaten Berau tidak ada agen atau penjual petasan yang menjual (petasan, red) di luar ketentuan, semua masih di batas toleransi,” katanya. Meski begitu, pria berpangkat melati dua itu juga meminta kepada masyarakat terutama para remaja agar tidak menyalakan petasan saat masyarakat sedang melakukan salat tarawih dan beristirahat.

"Nyalakan petasan di tempat yang semestinya seperti di lapangan ataupun di tempat yang jauh dari permukiman, jangan di nyalakan di lingkungan masjid atau dekat rumah masyarakat,” imbaunya.

Sebelumnya, Lurah Karang Ambun, Arif Mulyono, minta instansi terkait salah satunya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membantu menertibkan remaja di wilayahnya yang memainkan petasan. Disebutnya, aktivitas itu cukup mengganggu masyarakat yang menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.

Sebenarnya disebut Arif, pihaknya sudah pernah mencoba menegur sejumlah remaja tersebut, hanya teguran yang dia lakukan hanya dipandang sebelah mata. “Sebagian masyarakat merasa terganggu dengan hal ini. Apalagi momen Ramadan ini kan satu tahun sekali,” katanya. (aky/sam)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ragam