Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waswas Ancaman Ular, Keluhkan Sulitnya Dapat Pupuk Subsidi

uki-Berau Post • 2023-02-04 03:54:08
SERAP ASPIRASI: Wakapolres Berau berbincang dengan petani di wilayah RT 5 Kampung Maluang, Gunung Tabur, Jumat (3/2).
SERAP ASPIRASI: Wakapolres Berau berbincang dengan petani di wilayah RT 5 Kampung Maluang, Gunung Tabur, Jumat (3/2).

Para petani di RT 5 Kampung Maluang, Gunung Tabur, menjadi sasaran kunjungan rombongan Wakapolres Berau Kompol Rangga Abhiyasa, dalam agenda Jumat Curhat di pekan pertama Februari 2023.

 

BERTANI dan berkebun menjadi pekerjaan sehari-hari Ahmad, warga Gunung Tabur. Bersama beberapa rekannya, setiap hari dirinya bergelut dengan buah-buahan yang ditanam di lahan perkebunan seluas puluhan hektare.

Ahmad dan rekannya pun semringah ketika disambangi wakapolres dan jajaran. Dia mengaku tidak menyangka, petinggi Polres Berau datang mengunjunginya. Bukan sekadar untuk menyapa, tapi juga ikut membantu menanam bibit buah, serta berbincang guna mendengarkan keluh kesah para petani seperti dirinya.

Walau sedikit canggung, Ahmad akhirnya bisa menyampaikan keluhan-keluhan para petani seperti dirinya. Dimulai dengan ancaman hewan liar yang kapan saja bisa mengancam keselamatannya. “Di daerah sini banyak ular kobra. Kadang kalau kami merintis, menemukan sarang kobra. Makanya kami terkadang waswas juga,” katanya di hadapan wakapolres.

Selain waswas dengan ancaman hewan liar, Ahmad dan rekannya juga kerap mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Para petani mandiri seperti dirinya, tidak pernah menjadi prioritas untuk mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. “Itu memang susah,” ungkapnya.

Mengenai pencurian hasil kebun, Ahmad mengaku tidak terlalu marak. Namun di sekitar perkebunan yang digarapnya, terdapat sarang burung walet milik masyarakat. Yang kerap menjadi sasaran pencurian. “Jadinya kami juga waswas, walaupun selama ini belum ada buah-buahan hasil kebun yang dicuri,” ungkapnya.

Berbagai jenis buah-buahan ditanam Ahmad dan rekannya. Mulai rambutan, mangga, alpukat, jagung, jeruk, hingga kelapa pandan. Jenis buah yang terakhir disebut, turut disuguhkan Ahmad dan rekannya ketika wakapolres mengunjunginya.

Sambil menikmati kelapa pandan, Wakapolres Kompol Rangga, memastikan apa yang menjadi keluhan petani tersebut, turut menjadi perhatian jajarannya.

Mulai soal ancaman hewan liar, Rangga menyarankan agar para petani bisa memahami cara memberikan penanganan awal jika terjadi insiden yang disebabkan hewan liar, termasuk dengan menyediakan kotak P3K. “Nanti dari jajaran polsek setempat akan memberikan penyuluhan soal itu. Termasuk menyediakan angkutan ketika terjadi sesuatu pada petani, agar bisa segera dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Soal pupuk subsidi, Rangga pun menyarankan kepada para petani untuk membentuk atau bergabung dengan kelompok tani yang sudah ada. Agar bisa lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. “Tapi nanti kami juga akan koodinasikan dengan instansi pemerintah, bagaimana solusinya agar para petani mandiri ini juga bisa mendapat pupuk bersubsidi,” terangnya.

Sementara untuk persoalan kamtibmas, yakni maraknya aksi pencurian sarang burung walet yang ada di sekitar perkebunan warga, Rangga akan memerintahkan jajaran polsek setempat untuk menggencarkan patroli. “Dan rumah-rumah sarang walet akan menjadi sasaran pengawasan dalam setiap patroli yang dilakukan,” jelasnya.

Rangga pun mengucapkan terima kasih kepada para petani yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbincang sekaligus menyuguhkan buah-buahan yang mereka tanam. “Insyaallah, dengan sinergi dan dukungan penuh masyarakat, situasi kamtibmas di lingkungan ini (Kampung Maluang) akan tetap aman,” tutupnya. (adm/udi)

Editor : uki-Berau Post
#feature