TANJUNG REDEB – Terputusnya jembatan di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk akibat banjir bandang menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga.
Dirinya meninjau lokasi dan melihat kondisi jembatan. Ia menilai jembatan tersebut jangan hanya dibangun dengan kayu, melainkan dibeton sehingga dapat bertahan lama. Pasalnya, kondisi sungai di Kampung Teluk Sumbang memiliki arus yang deras. Tentu jembatan dibangun harus dengan material yang memadai.
“Jembatan yang dibuat harus permanen, dengan material beton. Tidak bisa dengan kayu ulin lagi, karena arus di sungai tersebut sangat deras,” ujarnya.
Dia mengatakan, jembatan baru yang dibangun harus memiliki penyanggah. Tujuannya agar tidak lagi tergerus oleh derasnya arus sungai dan masyarakat yang kesehariannya melintas merasa nyaman dan aman.
“Selain itu, saya juga mengusulkan adanya rakit yang terbuat dari drum. Contohnya seperti keramba ikan, yang nantinya digunakan anak sekolah untuk menyeberang sungai itu,” ujarnya.
Dia memaparkan, penggunaan rakit dari drum itu dengan cara ditarik. Saga juga menyebut alasannya mengusulkan hal itu karena anggaran yang digunakan tidak besar.
“Kemungkinan hanya memakan Rp 5 hingga Rp 10 juta saja,” bebernya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan, jika pembangunan jembatan baru menggunakan anggaran perubahan, maka membutuhkan waktu yang lumayan lama. Terlebih jika memanfaatkan anggaran murni tahun 2024.
“Kalau membangun jembatan permanen dengan anggaran perubahan, itu waktunya yang kita pikirkan. Maka dari itu, saya kira penggunaan dana darurat bisa dipertimbangkan,” tuturnya.
Saga membeberkan, ada sekitar 15 Kartu Keluarga (KK) yang terdampak putusnya jembatan penghubung antar-RT itu. “Maka dari itu saya mengajak pak Wabup melihat kondisi jembatan di sana,” ucapnya.
Dipaparkannya, jembatan permanen yang dibangun nantinya memiliki panjang kurang lebih 60 meter. “Misalnya bisa terealisasi menggunakan anggaran perubahan dengan material beton, itu membutuhkan biaya sekisar Rp 7 sampai 10 miliar. Tetapi kita kembalikan lagi ke instansi teknis,” katanya.
Meski begitu, Saga berharap nantinya jembatan yang dibangun dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Ditegaskannya juga tingkat keamanan harus lebih diperhatikan.
“Kemarin Dinas PUPR juga sudah meninjau. Mudah-mudahan sudah ada solusinya. Semoga yang saya usulkan juga dipertimbangkan mengenai rakit dari drum itu, tetapi dengan catatan tingkat keamanannya diperhatikan,” tandasnya. (aky/arp)
Editor : uki-Berau Post