MENGAPA memilih hari Minggu (19/2) lusa? Pertimbangannya, waktunya cukup panjang. Semuanya bisa fokus mencurahkan pikiran dan tenaganya, untuk mendapatkan seorang pemimpin.
Ya, pemimpin yang akan me-manage seluruh cabang olahraga selama empat tahun hingga tahun 2027. Karena itulah, bila tak ada pergeseran waktu, pemilihan ketua KONI akan digelar di hari minggu.
Selama berhari-hari, telah berlangsung perang antara tiga kubu yang diperkirakan akan maju sebagai kandidat ketua. Tiga kubu yang masing-masing membawa gerbongnya sendiri-sendiri. Gerbong yang berpenumpang para cabang olahraga.
Selama berhari-hari, ke tiga kubu saling mengintip kelemahan. Kelemahan yang bisa membuat gagal untuk melenggang lebih jauh. Setiap kubu saling berupaya, bagaimana agar ada yang tereliminasi.
Obrolan di warung kopi tidak terlalu serius membincangkan siapa yang bakal keluar sebagai juara, dan dipercaya memegang kemudi organisasi olahraga itu. Bagi pengunjung warung yang menjadi perwakilan pencinta olahraga, menyerahkan semua proses pemilihan secara demokrasi dan fair.
Kita-kita yang menyisihkan waktunya sekian jam berbincang di warung kopi, tahu kalau ada gejolak mulai dari tahap memilih figur, hingga prosesi penjaringan. Pengunjung warung, bisa menangkap banyak signal. Di antaranya signal akan ada yang dieliminasi sebelum maju ke medan laga.
Disayangkan bila itu terjadi. Sebab, sekali itu terjadi, maka akan terus menjadi dosa turun temurun setiap akan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin organisasi olahraga itu. Bahkan bisa terjadi, dua kandidat bergabung, untuk mengganjal calon lainnya.
Maunya kita-kita yang sering di warung kopi biarkan saja proses itu mengalir. Bila ada kandidat yang dinilai memiliki prospek ke depan, bisa membawa organisasi lebih baik. Biarkan dia ikut berkompetisi.
Kita-kita di warung kopi itu, sejak lama merindukan sebuah prestasi olahraga yang bisa menjadi kebanggaan. Kita senang bila melihat atlet layar berdiri di atas podium, sambil mendengar lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih naik secara perlahan. Menetes air mata kita.
Kita-kita di warung kopi, ingin melihat bendera Batiwakkal terus berkibar setiap ada kompetsisi olahraga tingkat regional dan nasional. Ingin mendengar, kalau Persirau bisa naik peringkat ke divisi yang lebih tinggi, yang lebih baik lagi.
Kita para pencinta olahraga, ingin melihat, bagaimana seorang atlet berperstasi juga mendapat penghargaan yang lebih dari para pembinanya. Kita tak ingin melihat, satu cabang olahraga yang latihannya di teras rumah pengurusnya, karena minim fasilitas.
Kalau semuanya mampu diwujudkan oleh para kandidat. Maka, biarkanlah mereka berkompetisi dan mengungkapkan apa yang akan diperbuatnya selama memimpin KONI. Dan, para cabanag olahraga menyimak dengan baik. Tidak sekadar ingin memenangkan jagonya.
Para cabang olahgraga yang merapat ke salah satu kandidat, selama proses ini akan dianggap sebagai tim sukses. Percayalah, sentimen mirip sentimen pilkada bisa saja menular pada proses pemilihan ketua KONI.
Katanya tersisa tiga calon. Ada nama La Ode Ilyas, Najamuddin dan Taupan Majid. Bila ketiga kandidat yang berhasil menghimpun para cabor sebagai pendukungnya, itu artinya ke tiga calon dinilai mampu mengendalikan top manajer di tubuh KONI.
Lepaskan dan biarkanlah ketiganya bekompetisi. Berikan kesempatan satu per satu tampil ke depan, menyampaikan visi dan misinya dan para pemilik suara menyimak baik-baik.
Hingga pada akhirnya, mereka menjatuhkan pilihan terbaiknya. Apakah memilih secara tertutup maupun terbuka, itu sama saja. Bila semua proses pemilihan berlangsung nyaman dan fair, para pengurus lama yang dinyatakan demisioner akan merasa tenang.
Pengurus lama, sukses menjadikan tuan rumah Porprov menyumbangkan prestasi terindah selama mengurus olahraga di daerah yang kita cinta bersama. Itu akan tercatat dalam buku sejarah perjalanan organisasi KONI Kabupaten Berau.
Pak Laode Ilyas, Pak Najamuddin dan Pak Taupan Majid, selamat berkompetisi. Tunjukkan bahwa anda bertiga mampu memimpin. Mampu menjadi kapten kapal sebuah bahtera yang namanya KONI. Mampu mencurahkan waktu dan tenaga. Kami para warga warung kopi mendoakan dan terus memberikan semangat. Salam olahraga. @cds_daengsikra (*/sam)
Editor : uki-Berau Post