Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Matan Kantor Haja

uki-Berau Post • 2023-06-14 00:22:01
-
-

ADA berita tak nyaman. Setidaknya, bagi yang jadi korban. Kabarnya satu unit kendaraan motor hilang di tempat parkir di sekitar dermaga wisata.

Potensi kehilangan kendaraan pada tiga titik penitipan kendaraan cukup besar. Tak ada petugas khusus yang menjaga. Hanya mengimbau kepada pemiliknya, agar kendaraan miliknya benar-benar dalam kondisi aman.

Di warung pojok, ada teman yang sejak awal hanya memperhatikan telepon genggamnya. Saya pikir Ia asyik menyaksikan film atau berita menarik. Setelah saya mendekati, ternyata Ia memonitor situasi rumahnya.

Dia mengaku tidak gelisah bila melakukan perjalanan ke luar daerah. Sepanjang masih ada jaringan telekomunikasi, Ia tetap bisa memantau situasi di rumahnya 24 jam. Maklum, di rumah kan situasinya sepi, kata teman saya. 

Dari apa yang dilakukan teman di warung pojok kemarin pagi, membayangkan kalau di lokasi penyeberangan di tempat fasilitas serupa. Semua lokasi yang dianggap rawan, ditempatkan saja CCTV. Biar bisa mengawasi dari jauh, kata teman saya itu.

Menarik juga. Instansi yang diberi tanggung jawab mengurusi seluruh aktivitas di dermaga wisata, bisa dipantau saja dari kejauhan. Sama dengan ada di Jakarta, yang bisa memantau semua pergerakan kendaraan di seluruh wilayah Jakarta.

Di dermaga wisata maupun penyeberangan kendaraan mobil di Singkuang, dapat juga ditempatkan beberapa titik CCTV. Instansi bisa memonitor selama 24 jam. Kalau tiba-tiba ada orang sakit butuh angkutan mendadak, bisa segera dilakukan tindakan.

Bukan hanya dari sisi Tanjung Redeb. Di Sambaliung, juga bisa ditempatkan beberapa titik CCTV yang mampu merekam dan beroperasi tanpa henti. Ini akan memudahkan dalam melakukan pengaturan. Begitupun memantau gerak warga di lokasi penitipan kendaraan.

Dengan begitu, Wabup Gamalis yang kondisi kakinya belum sempurna sehingga harus pakai tongkat, tak perlu tiap hari mengunjungi lokasi penyeberangan kendaraan. Cukup dari pusat kontrol dari kantor Kominfo misalnya, bisa melihat situasi pergerakan kendaraan.

Bupati yang baru menjalani perawatan kesehatan, juga tak perlu ke lokasi lagi. Duduk di depan layar monitor CCTV, bisa memberikan instruksi. Termasuk, bisa menegur kalau ada petugas bawahannya yang hanya duduk-duduk santai. Memantaunya dari kantor saja, kata teman saya.

Alat yang kecil dengan harga yang tidak terlalu mahal itu, bisa mendeteksi situasi di dermaga wisata, di penyeberangan LCT maupun di beberapa titik yang ada di Sambaliung. Lebih praktis dan pekerjaan layanan masyarakat bisa tetap berlangsung.

Soal jaringan, tidak sulit. Di kawasan dermaga wisata, sudah terpasang WiFi yang bisa dimanfaatkan oleh warga secara gratis. Fasilitas WiFi inipun akan mendukung, bila Pemkab berinisiatif menempatkan CCTV.

Kantor kearsipan dan perpustakaan, rasanya sudah menempatkan alat pemantau itu. Tinggal menambah beberapa titik yang diarahkan pada situasi jalan raya maupun kawasan halaman parkir yang sekarang dijadikan penitipan kendaraan.

Mungkin dari situasi di dermaga penyeberangan, pemasangan CCTV yang bisa langsung di bawah kontrol pejabat yang terkoneksi dengan telepon genggamnya. Pemasangan di pasar misalnya, dengan begitu bisa memantau situasi yang berlangsung di Pasar Adji Dilayas.

Kalau bupati atau wakil bupati ataupun pimpinan instansi tugas ke luar daerah. Tidak perlu menelepon untuk menanyakan situasi di semua fasilitas publik di daerah. Cukup mencermati lewat telepon genggamnya saja. Bisa menegur pejabat yang hampir tidak pernah terlihat di lokasi. (*/sam)

@cds_daengsikra

Editor : uki-Berau Post
#Catatan