Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Medsos Polisi Dibajak

octa-Octa • 2019-02-16 10:16:41

SEBUAH akun media sosial (medsos) diretas. Bukan sembarang akun. Sebab, yang dibajak adalah akun milik Polresta Samarinda. Akun Instagram Polrseta Samarinda, @polrestasamarinda, sudah aktif sejak 2016. Nah, dua hari terakhir, identitas akun tersebut berubah menjadi @balaomate95.

Padahal medsos jadi salah satu kanal kepolisian Kota Tepian dalam bermasyarakat, hingga memberantas lalu lintas berita tak terkonfirmasi alias hoax. Parahnya, ini bukan kali pertama. Sebelumnya, akun Facebook Korps Bhayangkara Samarinda itu juga dibajak.

Hal itu ditemukan oleh administrator yang biasa mengunggah konten linimasa akun @polrestasamarinda. Dilaporkan kepada Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan. Benar saja, saat dicek, foto profil yang sebelumnya menampilkan gambar Kapolres Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, berganti menjadi seorang laki-laki. Selain itu lebih 300 unggahan telah lenyap karena dihapus. Dan, terus berkurang hingga tadi malam.

Danovan yang dikonfirmasi kemarin menjelaskan belum ada dihubungi si pembajak. Dia pun meminta kepada para pengikut akun Instagram Polresta Samarinda agar melaporkan bila ada dihubungi melalui akun tersebut. Dia berharap, akun itu bisa dikembalikan.

Polresta Samarinda bukan satu-satunya entitas yang medsosnya pernah dibajak. Beberapa instansi pemerintahan dan lembaga khusus pun juga pernah mengalami hal serupa. “Kami minta pembajaknya datang ke sini (Polresta Samarinda), dan menjelaskan maksud dan tujuannya,” ungkap Danovan.

Dia menegaskan, pihaknya menelusuri pelaku peretasan tersebut. Penyelidikan itu tentunya menggunakan bantuan tim siber patroli Polda Kaltim. Danovan tak menampik, Instagram kepolisian Samarinda itu ada sebelum dia menjabat. Dan belum ada pembaharuan akun.

Berdasarkan penelusuran harian ini, dilihat dari nama akun yang tertera, berasal dari Sulawesi. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, ada hubungannya dengan kematian. “Saya belum bisa pastikan dari mana asalnya,” tegas Danovan. Namun, aktivitas tersebut menjadi pukulan keras kepolisian, lantaran sudah dua kali internalnya disusupi. (*/dra/ndy/k8)

Editor : octa-Octa