SAMARINDA–Diet sampah plastik sudah digaungkan pemkot sejak 21 Januari. Bertepatan dengan HUT ke-351 Samarinda. Sebulan sudah berlalu, bagaimana hasilnya?
Menurut Nurrahmani, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, pihaknya belum bisa menakar dampak pengurangan sampah plastik sejak Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Samarinda 1/2019 diterapkan. “Belum bisa signifikan menilainya kalau saat ini. Menurut aturan, awal April klir, tak ada lagi peredaran plastik,” sebutnya saat dikonfirmasi kemarin (24/2).
Peredaran kantong plastik itu pun baru menyasar retail-retail modern serta pusat perbelanjaan di antero Samarinda. Saat ini, kata Yama, begitu dia disapa, DLH masih memberikan kelonggaran untuk beberapa retail atau pusat perbelanjaan tersebut untuk menghabiskan stok kantong plastik yang dimiliki. “Tapi, ada yang sudah tak lagi memberi kantong plastik. Pantauan tim pun sudah ada beberapa toserba (toko serba ada) yang ikut upaya yang kami galakkan ini, tak lagi memberi plastik,” katanya.
Menukil data DLH Samarinda, jumlah sampah harian Samarinda mencapai 800 ton per hari. Dalam setahun, rasio tumpukan sampah plastik di dua tempat pembuangan akhir (TPA): Sungai Pinang dan Sambutan, mencapai hingga 55 ribu ton. Jadi per bulan ditaksir ada 4.500 ton sampah plastik yang terkumpul.
Target awal DLH, lanjut dia, mampu menyusutkan minimal 1.000 ton sampah plastik yang diharapkan mampu tercapai akhir April nanti. “Bertahap, karena upaya kita baru ke retail modern dan pusat perbelanjaan. Ini sukses baru sasar yang lain untuk mengurangi penggunannya juga,” ulasnya.
Koordinasi dengan retail modern pun terus berjalan untuk memastikan kesiapan beberapa retail yang masih menyediakan kantong plastik ke warga yang berbelanja. “Karena, awal April harus benar-benar klir. Kalau kedapatan bakal kami sanksi,” singkatnya. (*/ryu/ndy/k16)
Editor : octa-Octa