Masjid Madinatul Iman Islamic Center Balikpapan menjadi saksi pasangan muda ini mengikrarkan janji suci. Sabtu (30/3) pagi, Aisyah Febria resmi dipersunting Bakhtiar Rizki Akbar.
MENGENAKAN busana serba putih, proses akad nikah berlangsung begitu sakral dan khidmat. Apalagi ditambah kehadiran keluarga besar kedua mempelai, jajaran pejabat Balikpapan, serta teman dekat. Febi – sapaan akrab mempelai wanita – merupakan bungsu dari pasangan Rizal Effendi dan Arita.
Dia resmi menjadi istri dari putra kedua Udhoro Kasih Anggoro dan Rini Ratnawati. Akad nikah berlangsung sekitar pukul 09.15 Wita. Rizki tampil gagah, begitu tenang. Tanpa gugup dia berhasil melafalkan kalimat ijab qabul dengan lantang dan satu tarikan nafas.
Begitu selesai ijab qabul, Febi yang menunggu di ruangan khusus keluar menampakan diri ditemani sang ibunda. Iringan shalawat mengantarkannya menuju panggung akad. Senyum merekah pun tak lepas dari wajah mempelai pria. Begitu pula dengan Febi yang nampak sumringah. Tergambar perasaan bahagia.
Keduanya duduk bersanding saling menyematkan cincin, salah satu mahar dalam pernikahan tersebut. Tak lupa Rizki memberikan kecupan di dahi istrinya sebagai tanda sayang. Setelah proses akad nikah berakhir, penghulu memberikan tausiah dilanjutkan dengan sungkeman kepada orangtua kedua mempelai.
Kepada Kaltim Post, pasangan pengantin ini dengan baik hati membagikan cerita bahagia. Perjalanan mereka hingga sampai di pelaminan. Semua bermula dari pertengahan tahun lalu. Rizki menuturkan, momen perkenalannya dengan sang istri berkat bantuan teman sekitar Mei 2018. Saat itu, keduanya sama-sama bekerja dan berdomisili di ibu kota.
“Dari awal kenalan niatnya sudah untuk serius, nawaitu lillahi ta’ala,” ucap pria kelahiran Jakarta tersebut. Setelah mengenal kurang lebih dua bulan dan tanpa proses pacaran, Rizki mantap memberanikan diri bertemu orangtua Febi. Kali pertama bertemu dengan sang ibunda, Arita. Kemudian hari selanjutnya bertemu dengan ayah Febi, Rizal.
Di hadapan Wali Kota Balikpapan itu, Rizki menyatakan siap melamar dan meminta sang putri untuk menjadi pendamping hidup. “Bapak bilang mengizinkan, tergantung dari Febi, jika mau silakan,” ucapnya sambil mengenang momen tersebut. Setelah mendapat lampu hijau, keluarga besar saling berkenalan.
Termasuk menggelar makan malam bersama untuk menentukan waktu lamaran sampai resepsi. Di mana, lamaran sudah berlangsung pada 20 Juli 2018 di Kota Minyak. Meski memiliki masa perkenalan singkat, keduanya memiliki tekad bulat dan sungguh-sungguh ingin bersama.
“Saya serahkan saja sama yang di atas (Tuhan) karena dari awal kenal sudah tekadnya serius untuk membina rumah tangga bersama,” ucap Febi ikut bercerita. Rizki menuturkan sangat bahagia dan bersyukur, niat baiknya sudah terlaksana. “Apalagi kita berdua ketemu karena sama-sama berangkat dari niat yang baik itu,” sebutnya.
Dalam pernikana tersebut, Rizki memberikan sejumlah mahar. Mulai dari cincin, emas, dan dua buah pohon Mangga. Semuanya memiliki arti tersendiri. Pertama, cincin emas 30 gram dengan lima mata berlian. “Tanda agar kami selalu sholat lima waktu. Kemudian 6 keping emas batangan yang melambangkan rukun iman,” bebernya.
Terakhir dua pohon Mangga yang melambangkan mereka sebagai suami istri. Pohon ini diberikan kepada mempelai perempuan, selanjutnya diwakafkan dan ditanam langsung di halaman Islamic Center. Sehingga dapat berguna untuk lingkungan sekitar. “Ibaratnya pohon terus tumbuh dan terus berbuah. Kami ingin juga menghabiskan hidup hingga tua nanti bersama,” ujarnya.
Sebelum melangsungkan akad nikah kemarin, pasangan ini terlebih dahulu menggelar pengajian pada Jumat (29/3). Alunan ayat Alquran terdengar dari dalam aula Rumah Dinas Jabatan Wali Kota Balikpapan, Jalan Syarifudin Yoes, Sepinggan. Usai pengajian, suara Febi mendadak mellow. Dia berusaha menyeka air mata yang menggantung dengan tisu di tangannya. Tangis sedih dan bahagia.
“Ma, Pa, saya mohon restu dan terima kasih sudah mau menikahkan saya. Semoga saya kelak bisa jadi istri dan orangtua yang baik,” tuturnya dengan nada sedikit bergetar. Suaranya sedikit parau. Setelah itu ia melakukan sungkeman sebagai tanpa permohonan izin kepada kedua orangtuanya. Kental adat Banjar, Febi mengenakan dress warna peach melakukan siraman lalu kembali ke aula.
Dia telah berganti pakaian dengan setelan warna kuning hijau. “Ulun (saya) sudah bungas (cantik) kah?,” tanyanya sembari berkaca. Kor kompak dari para ibu-ibu pengajian yang hadir. “Bungasss,” jawab para tamu yang mengikuti pengajian. Sementara hari ini resepsi digelar meriah di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, mulai pukul 10.00-12.00 Wita. (gel/kri)
Editor : octa-Octa