Mudik Lebaran telah tiba. Namun kabar kurang menggembirakan datang dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Penumpang berkurang. Laba tergerus.
BALIKPAPAN – Sepekan lebih jelang Idulfitri sejumlah persiapan dilakukan untuk menghadapi arus mudik. Dari udara, PT Angkasa Pura I Balikpapan, Selasa (28/5) mempersiapkan posko Lebaran di Bandara SAMS Sepinggan.
General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha menjelaskan jumlah pemudik tahun ini diprediksi menurun. Jika pada 2018 lalu tercatat 3.005 pesawat dengan 362.482 penumpang yang datang dan berangkat lewat Bandara SAMS Sepinggan, maka tahun ini diperkirakan menjadi 2.655 pesawat dengan 219.310 penumpang. “Untuk pesawat turun sekitar minus 12 persen. Sementara penumpang turun 39,5 persen,” ujar Farid.
Jika dibandingkan tahun lalu, saat arus mudik, Bandara SAMS Sepinggan setiap hari melayani sekitar 20 ribu penumpang. Sedangkan tahun ini diprediksi hanya tujuh ribu penumpang yang datang dan berangkat. Dari informasi penerbangan, hanya pesawat Lion Air yang menambah rute jelang Lebaran ini. “Di puncak arus mudik pun pada 1 Juni nanti kondisinya juga turun,” paparnya.
Kondisi ini disebut sebagai dampak beroperasinya Bandara APT Pranoto di Samarinda. Selain itu dengan masih mahalnya harga tiket pesawat, banyak calon pemudik yang memilih menggunakan sarana transportasi laut untuk pulang ke kampung halaman. “Ini tentu menggerus keuntungan kami. Jika sebelumnya kami per tahun mendapat estimasi laba Rp 45 miliar, tahun ini hanya Rp 17 miliar,” ungkap Farid.
Dari darat, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) XVII Kaltim Kaltara Felix Iryantomo menyebut pihaknya telah merampungkan pemeriksaan atau ramp check terhadap 140 dari target 200 armada bus dan minibus yang melayani antarkota antarprovinsi dan antarkota dalam provinsi termasuk jasa travel angkutan Lebaran.
Dari jumlah tersebut ditemukan armada yang secara teknis dan administrasi tak layak. “Namun kami sudah minta kepada perusahaan armada untuk melengkapinya. Dan jika sudah layak, kami tempel stiker lolos uji kelayakan,” kata Felix.
Mulai hari ini (29/5) pun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Balikpapan, Felix menyebut instansinya juga mengadakan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir angkutan Lebaran di Terminal Batu Ampar, Balikpapan Utara.
Sekaligus sosialisasi terkait keselamatan selama arus mudik. Sayangnya, tahun ini pihaknya belum menerima mandat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk ikut memeriksa kelayakan untuk angkutan berbasis aplikasi online. “Untuk pengawasannya kami bekerja sama dengan pihak kepolisian,” ujarnya.
Selain di terminal bus, BPTD VXII Kaltim Kaltara menyebut kesiapannya di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan Barat. Pihaknya masih menyiapkan tiga kanal untuk tiga rute pelayaran. Untuk angkutan penyeberangan dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan-Mamuju, Sulawesi Barat, dan Balikpapan-Palu, Sulawesi Tengah. “Balikpapan-PPU kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan penyedia armada untuk menyiapkan 17 kapal,” ujarnya.
Dari 17 kapal yang disiapkan, 12 kapal akan melayani penuh penyeberangan. Sementara lima kapal disiapkan ketika terjadi lonjakan penumpang. Sementara untuk Balikpapan-Mamuju jika biasanya hanya ada kapal dua hari sekali, maka pada masa angkutan Lebaran ini ditingkatkan. Yakni sehari sekali pelayaran. Baik dari Balikpapan-Mamuju maupun sebaliknya. “Yang Balikpapan-Palu ini karena diprediksi tak terlalu ramai. Maka jadwalnya tetap, yakni dua pekan sekali dilayani satu kapal,” katanya.
Sementara itu, dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Balikpapan juga ikut menyiapkan satu KRI Makassar untuk mengangkut pemudik dengan tujuan Surabaya. Kapal ini disiapkan dengan target mengangkut hampir seribu penumpang. Yang dijadwalkan akan berangkat dari Surabaya Selasa (28/5) menuju Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
“Diperkirakan tiba di Balikpapan 31 Mei nanti. Lalu berangkat mengangkut pemudik pada 1 Juni malam. Disediakan secara gratis,” kata Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono setelah buka bersama di Mako Lanal Balikpapan.
Untuk teknis bagaimana masyarakat memperoleh akses mudik gratis ini, Wahyu menyatakan akan mengadakan rapat koordinasi dengan otoritas pelabuhan, Pelni, dan Pelindo. Apakah calon pemudik ini menggunakan tiket gratis atau lainnya yang menjamin mereka bisa ikut mudik melalui KRI Makassar. “Teknisnya masih akan dibahas. Mengenai manifes dan sebagainya. Kami juga akan berkomunikasi dengan Pemkot Balikpapan soal ini,” sebut Wahyu.
POSKO LEBARAN
Menjamin kelancaran momen pulang kampung, Angkasa Pura (AP) I Bandara Sepinggan membuka Posko Terpadu Angkatan Udara Lebaran 2019. Tujuan posko dibangun untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara selama arus mudik dan balik.
Penyelenggaraan posko ini sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor: INST 02 TAHUN 2019 tanggal 22 April 2019 tentang Pelaksanaan Angkutan Udara Lebaran 2019. Bandara diinstruksikan mengoptimalkan sistem keamanan bandara dan keamanan penerbangan. Kemudian mengoptimalkan fasilitas dan personil, serta memastikan kelancaran pelayanan kepada penumpang sesuai standar layanan bandara.
General Manager AP I Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan, posko akan beroperasi selama 24 jam selama 15 hari. Terhitung sejak 29 Mei hingga 13 Juni (H-7 sampai H+7 Lebaran). Berlokasi di Lantai 3 Terminal Keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Nantinya petugas yang terlibat di posko sebanyak 25 orang per sif.
Mereka merupakan personel gabungan dari AP I, TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Otoritas Bandara, Basarnas, BMKG, Dishub, dan Orari. Meski jumlah penumpang diprediksi berkurang, namun pihaknya justru akan memperketat keamanan. “Kami sudah sepakat dengan aparat agar lebih sering patroli. Antisipasi ada penyusupan, walau tidak pernah ada kasus karena Balikpapan termasuk rapi dan aman,” ucapnya.
Dikatakan, AP I sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai agar memberikan pelayanan maksimal sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.
Dia berharap, pelaksanaan posko akan berjalan lancar dan tanpa hambatan berarti. Sehingga dapat mewujudkan keselamatan, keamanan, kelancaran, ketertiban dan kenyamanan penumpang. Baik bagi yang datang maupun berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan. “Kami beserta seluruh instansi terkait sudah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan bandara dalam mengantisipasi penumpukan penumpang dan penerbangan,” pungkasnya. (rdh/gel/rom/k18)
Editor : izak-Indra Zakaria