Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pabrik Diresmikan, Esemka Butuh Dukungan Publik

izak-Indra Zakaria • 2019-09-07 10:22:07

SOLO– Sempat lama menjadi wacana, mobil produk PT Solo Manufaktur Kreasi atau dikenal dengan sebutan ESEMKA resmi berprofesi. Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik serta sarana dan prasarana produksi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kemarin (6/9). 

Presiden mengatakan, berdirinya pabrik tersebut menandai langkah bagi Indonesia untuk meningkat ke level manufaktur dan membangun industri otomotif lokal. Mobil Esemka yang dirintis sejak 10 tahun yang lalu diharapkan menjadi brand Indonesia. Jokowi menuturkan, dirinya sengaja meresmikan pabrik sebagai bentuk dukungannya secara pribadi terhadap pengembangan industri otomotif nasional. 

"Banyak yang bertanya kenapa saya mau meresmikan pabrik Esemka ini. Ya karena saya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Mendukung merek lokal, mendukung merek nasional. Itu saja jawabannya," ujarnya.  

Jokowi berharap, berdirinya pabrik baru Esemka bisa mendatangkan efek berganda bagi industri-industri lain, termasuk industri kecil dan menengah. Esemka diketahui telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal untuk pengadaan suku cadang kendaraan yang diproduksinya. Selain itu, beroperasinya pabrik juga dipercaya turut menggerakkan ekonomi Kabupaten Boyolali dan sekitarnya. 

"Baik pemasok, baik industri-industri menengah, baik industri-industri kecil, sampai industri rumah tangga yang berperan dalam rantai pasokan yang panjang sehingga membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya," kata Presiden. 

Meski demikian, dia mengingatkan, sebagai pemain baru, langkah Esemka diperkirakan tidak akan berjalan mudah. Namun jokowi mengajak publik untuk bersama memajukan ESEMKA dengan membelinya. "Kalau kita sebagai sebuah bangsa mau menghargai karya kita sendiri, brand dan principal kita sendiri, ini akan laku," ucapnya. 

Untuk diketahui, dalam peresmian pabrik, Esemka juga resmi meluncurkan produknya. Dua produk yang dilaunching adalah Esemka varian Bima dengan pilihan mesin yakni 1.200 cc dan 1.300 cc. Mobil pick up dengan bak terbuka itu dibanderol dengan harga dikisaran Rp. 95 juta.  

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sebenarnya sudah ada 12 tipe yang lolos uji laik jalan. Namun baru dua di antaranya yang akan diproduksi. Budi mengatakan, Esemka akan mengambil pangsa pasar pedesaan. ”ESEMKA mengambil positioning di pedesaan. Membangun mobil angkutan untuk pedesaan,” tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin (6/9). 

Budi menyatakan bahwa dengan diproduksinya ESEMKA dapat menggiatkan perekonimian di sekitar Solo. ”Adik-adik sekitar Solo paling tidak bisa bekerja untuk produk dalam negeri ini,” tutur mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu. 

ESMKA ini berbentuk pick up. Diproyeksikan digunakan untuk mengangkut barang. Dengan diproduksi di Solo, maka akan dekat dengan pasarnya. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivas barang dari desa yang akan diangkut ke kota.  

Dia mengungkapkan bahwa tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ESMKA sudah lebih dari 60 persen. Sehingga harganya kompetitif. Dia berharap hasil produksi ini dapat diterima pasar.  

Lalu bagaimana dengan ekspor? Budi menyatakan bahwa pihaknya konsentrasi dalam negeri. Alasannya kebutuhan untuk industri dan pertanian cukup besar. Harapannya ketika mobil angkutan barang dalam negeri sudah terpenuhi maka bisa dilakukan ekspor.  

Apakah ESEMKA akan merambah kendaraan listrik? Menurut Budi mobil listrik akan digunakan di perkotaan. Berbeda dengan ESEMKA yang memang fokus digunakan sebagai angkutan di pedesaan. Meski demikian, Budi tidak memungkiri bahwa ada kemungkinan merambah kendaraan listrik.   

Pengembangan kendaraan listrik ini salah satunya untuk mengurangi polusi. Polusi di kota, Jakarta misalnya, sudah cukup tinggi. Untuk pengembangan kendaraan listrik ini maka akan dibangun infrastruktur pendukung. Pemerintah akan membangun charger untuk mendukung adanya kendaraan listrik.

 

Sementara itu, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto memberikan tanggapan positif terhadap kedatangan Esemka di pasar otomotif Indonesia. ”Masuknya brand-brand baru ke Indonesia adalah indikasi positif untuk pertumbuhan industri. Efeknya nanti ke potensi pertumbuhan market juga,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos tadi malam (6/9).

Di lain pihak, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga memberikan respons senada. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, semakin banyaknya pemain yang berkompetisi di industri otomotif Indonesia akan menguntungkan konsumen. Sebab, konsumen memiliki lebih banyak pilihan produk. ”Kita menyambut baik semua merek yang ingin meramaikan pasar otomotif Indonesia, termasuk Esemka,” ujar Jongkie.

Bahkan, Gaikindo juga siap menerima Esemka sebagai anggota baru jika memenuhi persyaratan. Persyaratan yang dimaksud meliputi pemberian informasi terkait data produksi, wholesales, retail, hingga ekspor. ”Sebab data tersebut juga diperlukan pemerintah untuk menentukan berbagai kebijakan industri otomotif nasional,” tambahnya.

Meski belum mau memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai produk Esemka karena informasi yang masih minim, Gaikindo optimistis Esemka memiliki semangat yang sama, yaitu memajukan industri otomotif nasional. ”Sekali lagi hal tersebut sangat bagus. Gaikindo menyambut baik. Untuk masyarakat sebagai calon pembeli juga kabar bagus, pilihannya semakin banyak,” katanya. (far/lyn)

Editor : izak-Indra Zakaria
#otomotif