Oleh :
Noviana Rejeki
Statistisi BPS Balikpapan
Presiden Joko Widodo telah resmi mengumumkan pemindahan ibu kota baru ke Penajam Paser utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Balikpapan berbatasan langsung PPU dan Kutai Kartanegara. Terletak di antara keduanya, Kota Minyak ini akan menjadi penyangga ibu kota baru.
Sebagai kota penyangga ibu kota baru, Balikpapan memiliki banyak keunggulan dan kelengkapan fasilitas yang dapat menunjang pembangunan ibu kota negara. Pada tahun 2015, kota seluas 503,3 kilometer persegi ini dinobatkan oleh World Wildlife Fund (WFF) sebagai kota paling dicintai di dunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Balikpapan memiliki jumlah penduduk sebesar 645.727 jiwa dengan kepadatan penduduk di 2018 sebesar 1.270 jiwa per kilometer persegi. Masyarakat yang tinggal di Balikpapan sangat heterogen. Mereka terdiri dari berbagai suku dan berbagai agama serta hidup rukun dan saling berdampingan.
Balikpapan sebagai pintu gerbang perekonomian Kalimantan Timur sekaligus penyangga calon ibu kota baru. Memiliki infrastruktur yang memadai di bidang transportasi. Jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda dapat digunakan sebagai sarana penunjang pengangkutan yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
Kota ini juga memiliki terminal bus dan angkutan umum dalam dan luar kota. Moda transportasi ini dapat digunakan untuk menghubungkan Balikpapan dengan wilayah ibu kota baru. Terminal Damai adalah terminal untuk angkutan umum dalam kota, sedangkan apabila akan menuju ke Samarinda ataupun PPU dapat menggunakan bus antarkota yang berada di Terminal Batu Ampar.
Dari sektor perhubungan udara, kota minyak ini memiliki Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Di bandara ini, terdapat penerbangan yang memiliki banyak rute setiap harinya, sehingga dapat menghubungkan Balikpapan dengan kota-kota lain di seluruh Indonesia, bahkan di dunia.
Sektor perhubungan laut, Balikpapan memiliki Pelabuhan Semayang yang menghubungkan antara Balikpapan dengan PPU, calon ibu kota baru, serta pelabuhan ini juga melayani rute antarpulau. Tak kalah pentingnya lagi keberadaan pelabuhan peti kemas di Kariangau pada 2018 tercatat melayani 90.274 penumpang dan 397.494 kendaraan.
Pelabuhan ini sangat penting bagi arus logistik sebagai pendukung berkembangnya daerah Balikpapan yang secara langsung berdampak pada perkembangan ekonomi wilayah Balikpapan dan sekitarnya, termasuk perkembangan ekonomi di Kutai Kartanegara.
Jika dilihat dari sisi perdagangan, Balikpapan memiliki 13 pasar tradisional dan 7 pusat perbelanjaan (pasar modern) yang tersebar di enam kecamatan. Sebut saja Balikpapan Plaza, Balikpapan SuperBlock, Living Plaza, Mal Fantasi Balikpapan Baru, Rapak Plaza serta Plaza Kebun Sayur.
Pada mal tersebut tersedia banyak outlet yang menjual barang dengan merek terkenal serta terdapat restoran yang nyaman untuk sekedar melepas penat. Keberadaan pusat perbelanjaan yang cukup banyak ini menandakan bahwa Balikpapan adalah kota yang ramai serta berkembang pesat perekonomiannya.
Berdasarkan data Balikpapan Dalam Angka, terdapat 47 kantor bank, baik bank negara maupun bank swasta. Hal ini menandakan banyaknya aktivitas perbankan yang dapat mendukung perekonomian masyarakat Balikpapan dan sekitarnya.
Fasilitas pendukung lainnya yang tak kalah pentingnya adalah hotel, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Balikpapan sebagai salah satu kota yang memiliki posisi yang strategis di Kalimantan Timur dan memiliki bandara internasional menjadi salah satu pendorong tumbuhnya hotel-hotel bagi wisatawan maupun pebisnis.
Hingga saat ini, kota minyak memiliki 67 hotel yang terkonsentrasi di wilayah Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan. Beberapa hotel di antaranya hotel berjaringan nasional, seperti Hotel Aston, Swiss-Belhotel, Hotel Ibis, Hotel Midtown Xpress, Fave Hotel, Hotel Novotel dan MaxOne serta yang baru didirikan adalah Hotel Four Point yang letaknya berdekatan dengan Bandara SAMS Sepinggan.
Fasilitas pendidikan tinggi tersebar di Balikpapan, dari mulai sekolah tinggi, institut, politeknik maupun akademi, bahkan terdapat pula Institut Teknologi Kalimantan yang menjadi salah satu dari empat institut teknologi yang ada di Indonesia, institut ini dibangun guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di luar Pulau Jawa.
Mengenai fasilitas kesehatan di Kota Minyak ini tak perlu diragukan, terdapat 15 rumah sakit ternama seperti Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Hermina, Rumah Sakit Pertamina Balikpapan dan masih banyak lainnya, bahkan terdapat juga rumah sakit khusus mata, SMEC yang berada di Jalan Ruko Sentra Eropa, Damai, Balikpapan Kota.
Kelengkapan infrastruktur di Balikpapan serta fasilitas pendukung lainnya menjadikan kota minyak ini sangat siap menjadi penyangga ibu kota negara baru. (rdh/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria