Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indonesia Batasi Penerbangan dan Hentikan Impor, Tiongkok Meradang

izak-Indra Zakaria • Kamis, 6 Februari 2020 - 17:26 WIB
Dubes China untuk Indonesia, Xiao Qian
Dubes China untuk Indonesia, Xiao Qian

Kebijakan pemerintah menghentikan impor sebagian komoditas dan pembatasan akses penerbangan dari dan ke Tiongkok akibat wabah virus Korona berbuntut. Pemerintah Tiongkok menilai Indonesia overreaction. Sebaliknya pemerintah meminta Tiongkok pengertian.

 

JAKARTA- Indonesia berencana menghentikan sementara impor dari Tiongkok terkait sejumlah produk yang berpotensi membawa virus corona. Tiongkok menilai rencana penghentian impor beberapa jenis produk dari negara mereka ke Indonesia akan berdampak negatif bagi hubungan perdagangan kedua negara. “Tindakan itu (penghentian impor) akan merugikan hubungan dagang antara kedua negara dan juga akan memberikan dampak negatif kepada hubungan kedua negara,” kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam jumpa pers yang digelar di kediaman resminya di Jakarta, Selasa (4/2).

Dubes Xiao mengungkap hal tersebut terkait rencana pemerintah Indonesia untuk menghentikan sementara impor barang dari Tiongkok, menyusul eskalasi penyebaran wabah virus corona di negara tersebut. Baca Juga: Tiongkok Sudah Habiskan Rp 92 Triliun untuk Melawan Virus Corona Dia mengaku prihatin terhadap rencana pemerintah Indonesia tersebut karena menurut dia, apabila dilakukan, tindakan tersebut dapat berdampak buruk bagi hubungan kedua negara. Xiao pun mengatakan hingga saat ini, belum ada bukti bahwa virus corona bisa ditularkan melalui barang-barang impor.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan bahwa mereka tidak setuju terhadap tindakan pembatasan perdagangan ke arah Tiongkok,” kata Xiao, merujuk pada pernyataan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengatakan tidak ada alasan untuk mengintervensi perdagangan dan perjalanan internasional terkait virus corona.

Oleh sebab itu, Xiao berharap agar Indonesia bisa menimbang saran dari WHO dan tidak mengambil tindakan yang dianggap dapat memberikan dampak negatif bagi hubungan kedua negara, terlebih mengingat Indonesia dan Tiongkok sahabat yang memiliki hubungan baik. “Kami berharap pihak Indonesia bisa memandang wabah ini dan memandang pencegahan dan penanggulangan secara objektif, rasional, dan ilmiah dan mengambil tindakan pencegahan yang rasional, bukan yang overreact supaya menghindari gangguan terhadap hubungan kedua negara dan kerja sama,” papar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana menghentikan sementara impor dari Tiongkok terkait beberapa produk yang berpotensi membawa virus corona. Nah, sikap Tiongkok itu direspon pemerintah. Sikap pemerintah Indonesia itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta (5/2). Dia menuturkan hampir semua negara mengambil kebijakan serupa dengan Indonesia. Baik itu soal pembatasan akses penerbangan maupun impor komoditas tertentu. Kebijakan pembatasan itu diambil untuk menghindari dampak buruk mewabahnya virus Korona di Tiongkok. Ma’ruf juga menegaskan kebijakan pembatasan itu berifat sementara.

Untuk itu dia berharap pemerintah Tiongkok bisa memahami dan pengertian. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menuturkan kebijakan pembatasan itu bukan karena ingin merusak hubungan kedua negara. Dia juga meyakini bahwa Tiongkok sendiri tidak ingin virus Korona itu menjangkiti banyak negara lainnya. Buktinya warga negara asing yang diduga terjangkit Korona tidak boleh keluar Tiongkok.

Kemudian Ma’ruf menuturkan soal penghentian sementara impor komoditas dari Tiongkok. Dia menjelaskan penghentian itu hanya untuk produk-produk hewani yang memang dilarang. Menurut Ma’ruf kebijakan itu diambil untuk menjaga masyarakat Indonesia tidak terdampak merebaknya virus Korona di Tiongkok. ’’Jadi saya kira harus sama-sama memahamilah,’’ jelasnya.

Ma’ruf juga menanggapi kasus seorang WNI di Singapura yang terjangkit virus Korona. Dia mengatakan kasus ini tentu ditangani secara baik oleh KBRI di Singapura. Terkait potensi evakuasi WNI lain di Tiongkok atau negara lain, Ma’ruf mengatakan pemerintah pasti memikirkannya.

Pada prinsipnya kalau nanti ada kebijakan evakuasi WNI, akan dilakukan seperti yang sudah dilakukan untuk WNI dari Wuhan, Tiongkok. Setelah tiba di tanah air, para WNI yang dievakuasi akan diobservasi terlebih dahulu.

Terpisah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menampik tudingan berlebihan atas penghentian sementara direct flight dari dan menuju daratan Tiongkok per kemarin. Menurut dia, beberapa negara juga sudah duluan melakukan hal tersebut. "Enggak lah. Lagi pula, kita negara ke sepuluh sepertinya," ujarnya ditemui di kompleks DPR/MPR, Jakarta (5/2). 

Menhub juga menegaskan bahwa penghentian tersebut tidak berlaku bagi angkutan logistik, baik udara maupun laut. Koneksitas logistik bakal tetap jalan. Artinya, lalu lintas angkutan barang baik melalui udara maupun laut tetap dijalankan dari Tiongkok menuju Indonesia atau sebaliknya. Alasannya, belum ada temuan-temuan ada penularan virus korona melalui barang/kargo. 

Hanya saja, tidak semua jenis kargo diperbolehkan. Pengangkutan hewan hidup jelas dilarang. Sebab, ada kekhawatiran hewan tersebut malah justru membawa virus yang tengah mewabah di Tiongkok saat ini. 

"Nanti pengawasannya (angkutan kargo, red) cuma orangnya saja yang ada di pesawat dan kapal," ungkap menteri yang akrab disapa BKS tersebut. Upaya ini, kata dia, juga sebagai salah satu cara menjaga export/ import bisa tetap berjalan. Namun, tanpa mengesampingkan keselamatan masyarakat. "Kita harap corona gak lama, sebulan ini," katanya. 

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menambahkan, penerbangan kargo ke Tiongkok sejatinya tak terlalu banyak. Hanya dilayani Fedex dengan jadwal seminggu sekali. "Hanya seminggu sekali. Lainnya kapal" ungkapnya. 

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, penerbangan kargo sejatinya ada dua. Khusus kargo atau kargo bersama penumpang. Selama ini, Garuda melayani kargo dengan penumpang untuk rute Tiongkok tersebut. "Makanya masih nunggu rapat besok, boleh atau tidak, atau seperti apa nanti," tuturnya. 

Garuda sendiri memiliki tujuh rute menuju Tiongkok. Semuanya resmi berhenti diterbangi setelah adanya penghentian sementara. Ada ribuan penumpang yang akhirnya batal terbang. Mereka diberi pilihan batal, menunggu, atau reroute.  "Boleh reroute. Tapi ya gak jadi ke London juga ya," guraunya. 

Meski merugi, Irfan emoh buka-bukaan berapa besarannya. Dia mengaku, tidak etis jika dalam kondisi seperti ini pihaknya harus mengeluhkan hal tersebut. Karena itu, untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, rencananya Garuda bakal mengalihkan penerbangan pesawatnya. Misal, menambah penerbangan ke Surabaya, Australia, atau India yang sedang banyak peminatnya. 

Di sisi lain, Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, Budaya Indonesia – Tiongkok atau Association of Indonesia – China Economic, Social, and Cultural Cooperation (AICESCC) Mayjen TNI Purnawirawan Sudrajat usai berjumpa Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD kemarin. Menurut dia, pembatasan impor barang dari Tiongkok perlu ditinjau ulang oleh pemerintah.

”Kami menilai bahwa itu tidak terlalu bersangkutan langsung dengan virus. Karena, itu adalah barang-barang,” ungkap Sudrajat. Dia mengakui, pihaknya termasuk yang setuju bila impor hewan hidup dari Tiongkok untuk sementara dihentikan. Namun, tidak dengan barang. Dia berharap besar pemerintah berfikir ulang untuk membatasi aliran logistik yang masuk dari Tiongkok. ”Terutama barang-barang, arus barang-barang,” imbuhnya.

Meski belum tahu betul seberapa besar dampaknya, Sudrajat menyampaikan bahwa pembatasan tersebut sudah pasti mengganggu perekonomian serta perdagangan. Dia pun mencontohkan beberapa hal. ”Tentu ada efek dari pada penurunan volume bisnis, yang kedua market juga agak terganggu, ketiga adalah komitmen-komitmen terhadap para pelanggan kami dan produsen-produsen kami yang menyuplai selama ini,” beber dia. 

Untuk itu, Sudrajat mengaharapkan supaya pemerintah tidak terlalu over reaktif dengan mengeluarkan keputusan yang malah berpotensi mengganggu perekonomian. ”Kami mengharapkan pemerintah ada suatu kebijakan yang lebih kondusif kepada perdagangan Indonesia. Terutama aliran logistik,” jelasnya. ”Saya kira kontraksi kita jangan terlalu jauh,” tambah pria yang pernah bertugas sebagai duta besar Indonesia untuk Tiongkok itu.

Wakil Ketua Umum AICESCC Hariyadi Sukamdani menambahkan, poin yang disampaikan oleh Sudrajat sekaligus pengingat kepada pemerintah. ”Ini kan baru mulai nih (keputusan pembatasan impor dari Tiongkok). Jadi, jangan sampai istilahnya over reaktif,” kata dia. Pengusaha yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia itu menyebut, apabila terlalu over bisa jadi malah mengganggu suplai untuk Indonesia. 

Hariyadi menyampaikan, pemerintah harus betul-betul hati-hati serta memilah dengan baik dan bijak. ”Jadi, kami berharap harus dipilah betul mengenai arus orang dengan arus barangnya,” ucap dia. Sebab, lanjut dia, apabila dibandingkan dengan negara-negara lain Tiongkok punya peranan cukup besar pada sektor perdagangan tanah air. Sehingga arus barang dari sana juga dibutuhkan. 

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan, Balitbang kesehatan Vivi Setiawaty menyatakan bahwa hingga kemarin belum ada literatur penularan 2019-nCoV melalui barang. "WHO merils penularannya melalui droplet," katanya ketika ditemui di Kementerian Kesehatan kemarin. Droplet sendiri merupakan partikel air kecil. Biasanya melalui batuk atau bersin. 

Sebelumnya Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menyayangkan aksi pemerintah untuk menyetop impor barang dari Negri Panda tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan pemeritah Indonesia tidak sesuai dengan saran WHO. Xiao Qian menyatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Indonesia bisa memberi sentimen negatif dalam bisnis dua negara tersebut.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, wabah virus korona  cukup berdampak pada ekonomi China maupun Indonesia. Dia memperkirakan setidaknya penyebaran virus tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi melambat 1 – 2 persen, kalau ke Indonesia pengaruhnya 0,1 - 0,29 persen," kata Airlangga dalam acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, kemarin.

Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan, salah satu industry di dalam negeri yang cukup terdampak dengan wabah virus korona adalah industry farmasi. Sebab, penyebaran virus yang massif tersebut menganggu pasokan bahan baku obat dari China ke Indonesia. Karena, pemerintah China memutuskan memperpanjang libur tahun baru Imlek hingga pertengahan Februari 2020. Hal ini menganggu proses produksi.

“Yang kena di industri farmasi. Karena sebagian  komponen ada di sana dan mereka perpanjang libur masal sampai pertengahan februari. Kita tunggu saja karena value chain terganggu dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi,”lanjutnya.

Sektor industry domestic lainnya yang juga terganggu terkait wabah virus mematikan ini, adalah industry pariwisata. Sebab, jumlah turis asal China yang masuk ke Indonesia bisa mencapai 2 juta setiap tahunnya. “Tentu dengan dimana-mana travel warning dan dimana-mana stop turis China, jadi akan ada dampaknya. Kita akan evaluasi lagi, dua mingguan,”katanya.  

Airlangga memaprkan, sektor lainnya yang juga berpotensi terganggu adalah industry otomotif. Sebab, sector industry otomotif ini merupakan sektor unggulan di Wuhan. Namun dia menilai wabah virus ini tidak akan banyak mengganggu sektor otomotif di tanah air. “Karena basis otomotif Indonesia bukan berasal dari sana (China),”imbuhnya.

Namun, Airlangga meyakini bahwa dampak wabah virus korona tidak akan sepanjang penyebaran virus SARS yang terjadi pada tahun 2002-2203. "Semoga melihat ke dalam perspektif SARS, itu tidak akan lama. SARS sekitar 8 bulan, semoga yang ini kurang dari itu," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Mari Elka Pangestu menuturkan, dampak virus korona tidak secara langsung bisa dirasakan pada ekonomi RI. ‘’Dari segi dampak langsung ke tourism ada, tapi tidak terlalu besar. Yang lebih besar dampaknya kalau pertumbuhan ekonomi China turun,’’ ujarnya di Jakarta (5/2).

Mari melanjutkan, berdasar kalkulasi ekonomi makro, setiap 1 persen penurunan pertumbuhan ekonomi China akan memberikan tekanan 0,3 persen pada ekonomi Indonesia. Hal itu disebabkan karena Negeri Tirai Bambu itu adalah salah satu jalur masuk utama permintaan komoditas Indonesia. Permintaan China juga tentu mempengaruhi harga komoditas RI seperti batu bara dan kelapa sawit.

Saat wabah SARS muncul pertama kali di China pada 2002, virus tersebut mulai mewabah pada Maret 2003. Akibat SARS, perekonomian China yang sebelumnya tumbuh sebesar 11 persen mennjadi hanya 10 persen. Namun untuk virus korona, diperkirakan bisa menyebabkan perekonomian ekonomi negara tergerus 2 persen. ‘’Ekonomi China bisa turun menjadi 4 persen sampai 5 persen,’’ tambahnya.

Perketat Pintu Masuk Negara

Adanya laporan pekerja migran Indonesia di Singapura yang positif 2019-nCoV mebuat pemerintah semakin memperketat pintu masuk negara. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyatakan bahwa pintu kedatangan dari Singapura mendapatkan perhatian. Tidak hanya melalui bandara namun juga pelabuhan dan jalur lintas batas lainnya. "Saat ini diperkirakan ada 17 ribu orang lalu lalang SIngapura-Indonesia. Ini menjadi perhatian,"ungkapnya. 

Selain itu, mereka yang datang dari Singapura akan diberi kartu kewaspadaan kesehatan. Kartu tersebut wajib diisi. Satu sisi diberikan ke petugas imigrasi, satu lagi dibawa oleh penumpang. Kartu tersebut tidak hanya ditujukan bagi mereka yang melakuan perjalanan sekali. Namun juga bagi traveler atau pekerja yang sering bolak-balik Singapura-Indonesia.  

Tak hanya berhenti di pintu masuk negara, perhatian juga diberikan sampai tingkat fasilitas kesehatan dekat tempat tinggal mereka yang membawa kartu kewaspadaan kesehatan. 

Fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan di daerah juga diharapkan proaktif untuk melaporkan setiap kasus. Hingga kemarin, sudah ada 42 spesimen yang diterima oleh Balitbang Kemenkes untuk diteliti. Spesimen tersebut berasal dari 27 rumah sakit di 15 propinsi. "40 dinyatakan negatif dan dua masih dalam pemeriksaan," ungkap Anung.,

 Menhan ke Natuna

 Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengantar Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi tempat observasi 238 wni dari Wuhan di Lanud Raden Sadjad Natuna, kemarin. Kehadiran Menhan berupaya untuk meyakinkan bahwa Natuna aman dari virus corona dan penanganan virus corona tidak bleh panik.

Sekitar pukul 12.30 Menhan tiba bersama rombongan di Lanud Raen Sadjad. Dalam rombongan tersebut tampak Menkes juga hadir. Tak berapa lama, keduanya menggunakan bus menuju ke hanggar yang menjadi tempat observasi.

Keduanya berkeliling hanggar tersebut lebih dari 20 menit. Setelahnya, Menhan memberikan bantuan berupa obat-obatan untuk tim yang mendukung observasi. Prabowo menuturkan bahwa kehadirannya karena diajak Menkes untuk meninjau tempat observasi tersebut. ”Semuanya dalam kondisi sehat, alhamdulillah,” tuturnya.

Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam membangun tempat observasi tersebut telah menorehkan prestasi. Dengan profesional mampu untuk menyelenggarkaan observasi bagi WNI dari Wuhan. ”Ini dibawah kendali TNI dan Kemenkes, saya bangga,” jelasnya.

Tentunya, keberhasilan menyelenggarakan tempat observasi ini tidak lepas dari Menkes yang adalah perwira tinggi militer, bahkan dokter militer yang menguasai masalah kesehatan dan pernah memimpin badan dunia menangani global health. ”Kebetulan dan seperti sudah diatur dari sononya,” ujarnya.

Dengan kedatangannya, dia berharap bahwa semua dapat yakin dengan pemerintah. Tidak boleh panik dalam menghadapi masalah semacam ini. ”Percaya pada pemerintah, kita harus cool dan mampu melaksanakan tugas,” jelasnya. 

Yang juga menarik, ternyata WNI dari Wuhan ternyata mendapatkan bantuan alat musik, seperti keyboard an alat karaoker. Dia mengatakan, tentunya musik bisa membuat WNI dari Wuhan ini meningkat semangatnya. ”Meningkatkan moril dan mudah-mudahan selama di tempat observasi dalam keadaan sehat,” jelasnya. 

Semenara Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan, pihaknya saat ini sudah berkantor di Natuna. Kantor di Natuna ini bukan berarti duduk dibelakang meja. ”Ya, kadang harus pergi selesaikan pekerjaan. Saya ini menterinya seluruh rakyat Indonesia,” urainya.

Namun, paling tidak seluruh staf dan pejabat eselon satu Kemenkes berada di Natuna. Sehingga, bisa memantau dengan baik kondisi di Natuna. Saya pantau dengan ketat dan sesuai protokol,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa posko kesehatan untuk masyarakat Natuna itu telah disiapkan Masyarakat bisa memeriksakan dirinya ke setiap puskesmas di Natuna. ”Ini kan ada pak Bupati, saksinya,” jelasnya. 

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menjelaskan, memang pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk membuka posko kesehatan di tiap puskesmas. Tapi, ada pula posko terpadu TNI dan Polri. ”Siap menerima masyarakat, baik melapor atau ingin periksa kesehatan,” tuturnya. 

Pemda juga telah membagi ribuan masker serta menyemprotkan desinfektan ke Desa Kota Tua Penagi, desa terdekat dengan tempat observasi WNI dari Wuhan. ”Saya harap semuanya tidak perlu panik, kondisi semua terkendali,” tuturnya.(syn/wan/mia/ken/dee/idr/lyn)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara #kesehatan