KUALA LUMPUR – Rosmah Mansor tak bisa lagi mengelak. Rabu (5/2) dia akhirnya datang ke kompleks Pengadilan Kuala Lumpur. Rosmah menghadiri sidang kasus korupsi yang membelitnya. Sidang pertamanya itu seharusnya digelar Senin (3/2). Namun, saat itu dia mangkir dengan alasan sakit. Saat datang kemarin, ada satu mobil ambulans yang berjaga-jaga mengikuti kendaraan pribadi Rosmah.
’’Saya baik-baik saja,’’ ujar Rosmah kepada para wartawan yang menantinya. Mengenakan baju kurung warna hijau bunga-bunga, istri Najib Razak itu tampak sehat saat masuk. Namun, dia berkali-kali berpegangan pada pengawalnya saat berjalan pulang.
Peradilan Rosmah itu tidak terkait skandal korupsi 1MDB seperti yang menjerat suaminya. Ada tiga dakwaan yang membelit Rosmah. Yaitu, terkait korupsi dan permintaan suap. Jika terbukti bersalah, dia bisa dihukum 20 tahun penjara dan dikenai denda lima kali lipat dari kerugian yang diderita negara.
Rosmah didakwa telah meminta MYR 187,5 juta (Rp 623,6 miliar) dari Jepak Holding Sdn Bhd dengan iming-iming bisa membantu mendapatkan proyek pemerintah. Selain itu, ada dua dakwaan karena Rosmah telah menerima suap MYR 6,5 juta atau setara Rp 21,6 miliar pada 2016–2017 untuk proyek suplai dan instalasi tenaga surya di 369 sekolah di pedesaan.
’’Rosmah tidak memiliki posisi resmi (di pemerintahan). Meski demikian, dia punya pengaruh besar,’’ ujar jaksa penuntut Gopal Sri Ram seperti dikutip Agence France Presse.
Sementara itu, Jagjit Singh berang karena dokter yang memberikan surat rekomendasi sakit untuk Rosmah dipanggil dan diselidiki Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM). Pengacara Rosmah tersebut menilai langkah SPRM itu adalah intimidasi. Namun, Gopal tidak berpendapat demikian. Semua sudah sesuai dengan prosedur hukum.
’’Jika dokter itu merasa menghadapi intimidasi kriminal, dia bisa melapor ke polisi,’’ terangnya. (sha/c7/dos)
Editor : izak-Indra Zakaria