Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Malaysia Sodorkan Pembangunan Infrastruktur

izak-Indra Zakaria • 2020-02-21 11:29:12
Yasser
Yasser

BALIKPAPAN – Perpindahan ibu kota Negara (IKN) ke Kaltim, menarik minat negara tetangga, Malaysia menjalin kerja sama bisnis dengan Provinsi Kalimantan Timur. Kamis (20/2), delegasi pengusaha dari Sabah terdiri dari berbagai macam sektor, mulai food & beverage, construction & agriculture, pariwisata, retail, furnitur, food packaging dan lainnya bertemu dengan pengusaha Kaltim di Novotel Balikpapan.

Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, ada enam sektor yang menonjol dan menjadi potensi besar untuk dikembangkan. Yakni Pariwisata, Perdagangan, Konstruksi Pendidikan, Kesehatan, dan Industri. "Sebuah hal yang membahagiakan bagi Kadin Provinsi Kalimantan Timur khususnya Kadin Balikpapan sebagai tuan rumah acara ini (Business Matching, red)," ucapnya.

Lanjut Yaser, ada simbiosis mutualisme antara negeri Jiran dan Indonesia. Apabila mereka mau ikut berkontribusi secara positif untuk membangun pembangunan di Kalimantan Timur khususnya di lokasi IKN, akan ada timbal balik.

"Contohnya, mereka dari Sabah membutuhkan bahan baku industri seperti pasir untuk bahan baku konkrit. Kita bisa kirimkan ke Sabah dan dikirimkan ke Tiongkok dalam jumlah besar sehingga meminimalisasi cost," jelas Yaser.

Melalui pertemuan bilateral itu pula, Kadin mengajak pengusaha Sabah untuk ikut membangun pabrik pengantongan semen di Kariangau Km 13 Balikpapan. Potensi tersebut sangat besar karena membangun pabrik semen akan terintegrasi dengan IKN.

"Mereka juga mempertanyakan, apakah ada pelabuhan di sini? Tenang saja pelabuhan kita adalah pelabuhan terbaik di Kalimantan secara infrastruktur, legalitas, direct call sangat mumpuni dan tepat untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan," lanjutnya.

Lanjut pria yang menjadi bakal calon Wali Kota Balikpapan ini, dalam mewujudkan ekonomi yang sehat, kuat dan berkesinambungan, pihaknya juga mengajak para pengusaha dari delegasi Sabah untuk menanamkan modal mereka dalam rangka menumbuhkan ekonomi di kota Balikpapan.

"Dengan membuka lapangan pekerjaan di Balikpapan. Tenaga kerja disini harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan di Malaysia berdasarkan UMK,” tuturnya.

Yaser menuturkan, mereka tergiur dan ke depan akan ada follow up untuk membicarakan teknis terkait pembangunan infrastruktur untuk menunjang IKN termasuk RDPM dan lainnya.

Sementara itu, Anggota Kompartemen IV Hipmi Balikpapan Novrianda berharap pengusaha Malaysia dan Balikpapan khususnya dapat bersinergi untuk dapat saling menjual produk masing-masing. Kemudian, potensi kerja sama yang dapat dijalin tidak hanya untuk industri skala besar saja, melainkan produk UKM.

“Nah, dari sini kita berharap ada wadah selanjutnya untuk menjajaki potensi masing-masing. Kita juga perlu mengetahui dengan detail apa yang menjadi hambatan dan tantangan dari peluang kerja sama dengan Malaysia,” tuturnya.

Sebelumnya, penetapan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, membawa angin segar untuk iklim investasi. Banyak investor melirik untuk menanamkan modalnya di Bumi Etam. Termasuk dari negara tetangga, Malaysia.

"Paling tidak untuk berkenalan dulu, menjalin silaturahmi antar pengusaha di Sabah dan pengusaha di Balikpapan," ujar Vice Consul Consulate General of The Republic of Indonesia Kota Kinabalu, Sartono Hendarso.

Menurut Sartono Hendarso sejak wacana pemindahan IKN yang digagas Presiden Jokowi ke Kalimantan Timur, pihak Sabah menyambut antusias sekali.

mengatakan, keseriusan pemerintah Sabah menjalin kerja sama dengan Balikpapan dibuktikan dengan berbagai kunjungan pejabat negara itu ke Balikpapan.

“Akhir September tahun lalu ada Menteri Sabah yang datang ke Balikpapan. Kemarin, Kementerian, Kerajaan, Tempatan dan Perumahan Sabah juga belajar pengelolaan sampah ke Balikpapan. Karena dianggap pengelolaan sampah di Balikpapan terbaik se Indonesia,” ungkap Sartono.

Tahun lalu, KJRI Kota Kinabalu juga menggelar acara serupa di Jakarta dan berhasil mendorong MoU antara Pelindo II sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok dengan operator pelabuhan di Sabah, POIC dan Sabah Port.

Pada pertemuan kali ini, KJRI membawa 24 pengusaha yang berasal dari Dewan Perniagaan Bumiputera Sabah, dan pengusaha yang tergabung dalam Federation of Malaysia Manufacture Sabah (FMMS). “Mereka bergerak di berbagai bidang. Mulai pariwisata, perdagangan, makanan, dan sebagainya,” imbuh Sartono Hendrarso.

Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha di Sabah berharap dapat menjalin silaturahmi dan berkenalan dengan pengusaha terkait, guna mengekplorasi potensi kerja sama perdagangan dan investasi “yang saling menguntungkan kedua pihak.”

Dengan rencana pemindahan ibu kota negara, akan membuka pintu baru perdagangan dan investasi. Pertemuan business matching ini menjadi langkah awal, kerja sama investasi dua pihak, supaya manfaat yang nyata diperoleh di masa depan.

KJRI akan membantu dan memfasilitasi berbagai hal terkait informasi bisnis, dan mengundang pengusaha Kaltim melakukan kunjungan balasan.

Kepala Perwakilan RI Kota Kinabalu, Khrisna Djelani menjelaskan, bidang-bidang yang memiliki peluang dikerjasamakan, antara lain pertanian, perladangan, perikanan termasuk frozen food, pendidikan, pariwisata, makanan dan kuliner, material konstruksi dan infrastruktur pembangunan konektivitas.

“Kunjungan para pengusaha ini untuk mengeksplorasi potensi kerja sama yang akan saling menguntungkan kedua pihak,” katanya. Apalagi, Kalimantan Timur telah ditetapkan sebagai ibu kota negara yang baru, banyak pelaku usaha di Sabah sangat antusias.

Ahli Majlis Tertinggi Dewan Perniagaan Bumiputera Sabah, Tuan HJ Mohd Ampuan Buntar mengatakan, perpindahan IKN Indonesia cukup menarik minat pengusaha Malaysia untuk menanamkan modal mereka di sini.

“Ya kami melihat berbagai peluang bisa kita kerja samakan. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya. Selain itu, IKN ini kami melihat peluang untuk infrastruktur,” terangnya.

Ia menyampaikan, dari berbagai sektor usaha yang akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat ini adalah sektor konstruksi. Pasalnya, perpindahan IKN pasti akan banyak pembangunan.

“Kami ingin terlibat. Paling tidak dari segi jangkauan kami cukup dekat. Kami ingin memberikan kontribusi pembangunan IKN Indonesia,” terangnya.

Kemudian, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melakukan komunikasi lanjutan. Apalagi, tahun ini, penerbangan Malaysia-Balikpapan akan dibuka, jadi membuka peluang bagi pihaknya.

Menurutnya, saat ini semua mata tertuju pada Kaltim. Pasalnya ada potensi pembangunan yang sangat besar membangun IKN baru. Seperti Malaysia, yang juga berpindah IKN, mata dunia saat itu tertuju pada Malaysia. (aji/tom/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ibu kota negara