BALIKPAPAN – Penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat penting di masa wabah pandemi Covid-19 ini, khususnya masker. Sempat langka keberadaannya, membuat beberapa pihak tergerak untuk berkontribusi menyediakan.
Tak terkecuali Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Balikpapan. Penghuni lapas ikut memproduksi masker dalam jumlah yang cukup besar, untuk dijual maupun dibagikan. Mereka pun menerapkan sistem pre-order atau pesan dahulu baru dibuatkan.
Alhasil, tak hanya hanya rumah sakit atau puskesmas, beberapa perusahaan tertarik pada masker tersebut. Dengan patokan harga Rp 5 ribu per masker.
Kasi Kegiatan Kerja Lapas Klas II A Balikpapan Krestyarto berkata kegiatan ini telah berlangsung selama 3 minggu. Dikarenakan masker sempat sulit diperoleh, pihaknya pun berinisiatif menghasilkan masker sendiri.
Bermodalkan dua mesin jahit dan dua penjahit, mereka mampu menghasilkan sekitar 100 masker per harinya. Masker terdiri dari tiga model yang berbeda.
Terkait penjahit, ia menyebut bahwa warga binaan yang bertugas telah berganti. Sebab yang sebelumnya ditugaskan, telah mendapat asimilasi dan telah bebas.
“Saat kami sedang banyak pesanan, yang menjahit dapat asimilasi. Sempat repot juga, dan pakai tenaga penjahit luar. Untungnya sekarang ada yang bisa menggantikan, dan masker kembali diproduksi oleh kami,” ujar Krestyarto.
Masker ini pun dapat digunakan berulang-ulang. Dengan catatan, saat mencuci hanya perlu dikucek atau sekadar dicelupkan. Lalu diberi pewangi, dikibas-kibas, dan dijemur.
Tak hanya diproduksi untuk pemesanan, pihaknya pun ikut memberi secara cuma-cuma kepada yang lebih membutuhkan. Juga kepada petugas di lapas, maupun warga binaan yang sedang kurang sehat.
Terakhir, ia berkata para warga binaan sadar bahwa apa yang dilakukan akan memberi dampak baik. Di mana ke depannya, mereka bisa mendapat keringanan untuk bebas, karena telah berkelakuan baik dan memiliki kontribusi.
Melalui kegiatan yang dilakukan, pihaknya berharap dapat memberi bantuan masyarakat. Khususnya tenaga medis, dalam hal perlindungan diri dari virus. (*/okt/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria