KEBIJAKAN larangan mudik membuat angkutan penumpang mengalami penurunan drastis. Pemerintah kini tengah menyiapkan armada penumpang yang sifatnya khusus di luar pemerintah. Armada penerbangan itu disiapkan untuk mengangkut warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri dan penerbangan khusus untuk pebisnis.
Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi setelah rapat terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (27/4). Mengenai pemulangan WNI, terutama tenaga kerja Indonesia (TKI), pihaknya menyiapkan enam klaster penerbangan. Yakni, Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Timur Tengah, dan Eropa. “Kami hanya menyediakan satu tempat penerbangan menuju Jakarta,” terangnya.
Kemudian, sesampainya di Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bisa melaksanakan protokol kesehatan. KBRI yang menyiapkan titik untuk menerbangkan para WNI dari masing-masing klaster. Namun, hanya satu titik di tiap-tiap klaster.
Sementara di dalam negeri, ada usulan dari para pebisnis agar mereka tetap diperbolehkan terbang hanya untuk urusan bisnis. Menurut Budi, pada prinsipnya pihaknya setuju. “Kami menyediakan hanya satu atau tiga flight tapi protokol jangan di kami,” tutur mantan dirut PT Angkasa Pura II itu. Bila terlaksana, angkutan darat dan laut akan memberlakukan hal yang sama.
Budi menambahkan, saat ini pihaknya sudah menugaskan empat dirjen untuk turun ke lima daerah. Masing-masing Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim. Jangan sampai larangan mudik diberlakukan terlalu kaku, sehingga angkutan barang tetap bisa berjalan normal.
Yang jelas, selama pemberlakuan larangan mudik, angkutan logistik harus tetap jalan. Terbukti, sampai saat ini transportasi darat dan kereta api di bidang logistik tetap normal, bahkan meningkat sekitar 15 persen. “(Angkutan) laut kapasitasnya sama, turun 20 persen. Udara kapasitasnya sama, turunnya agak banyaklah, tanya sendiri, saya enggak tega ngomongnya,” tambah Budi.
Sektor udara memang terkena imbas paling besar. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pelayanan kargo. “Citilink telah mengoperasikan penerbangan kargo secara penuh untuk membantu kelancaran proses distribusi logistik di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra kemarin.
Armada yang digunakan untuk mengangkut kargo itu adalah pesawat jenis Airbus A320 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 15 ton dan Airbus A330 dengan kapasitas angkut kargo sebesar 24 ton. Layanan pengiriman kargo dilakukan melalui penerbangan kargo charter maupun reguler setiap harinya.
Selain itu, dengan jadwal-jadwal tertentu. Sasarannya tak hanya untuk domestik, tapi juga penerbangan internasional seperti Singapura dan kota-kota di Tiongkok.
Dalam rangka menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Citilink juga melakukan disinfeksi armada yang digunakan setiap hari. Disinfektan itu sesuai prosedur. (wan/JPG/rom/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria