DARI pantauan awak Kaltim Post di Fitness Studio Jalan M Yamin Samarinda. Imbauan wajib cuci tangan terpampang sebelum pintu masuk. Hand sanitizer juga tersedia di meja sebelum masuk ke tempat gym itu.
Manager Fitness Studio Samarinda Yasmin mengatakan jika mereka sempat tutup sementara selama 2 minggu pada akhir Maret hingga April. Selama puasa tetap buka, namun khusus member dengan jadwal operasional terbatas.
“Selama beroperasi di tengah pandemi begini, kami selalu imbau member untuk protokol kesehatan. Kalau misal lagi latihan dan berkerumun itu kita tegur juga. Kembali ke member-nya lagi, namun sejauh ini cukup sadar kok mereka,” jelasnya.
Dari April ke Mei disebutkan Yasmin cukup sepi karena efek pandemi. Namun sejak awal Juni, mulai ramai kembali. Selain itu, member juga meminta untuk segera dibuka. Sebab berbicara pelatihan di gym memang harus kontinu. Berkaitan dengan pembentukan otot.
Pihak manajemen Fitness Studio pun aktif memantau. Beruntungnya setiap member punya jadwal masing-masing, sehingga tidak kerumunan banyak orang di tempat gym. Selain itu, kebersihan alat juga dijaga.
“Jadi memang ada jadwal bersihkan itu sehari minimal 3 kali, pagi lalu agak sore dan malam. Nah, karena pandemi lebih sering. Kalau melihat member kurang fit, kami juga segera anjurkan jangan latihan, istirahat segera,” papar Yasmin.
Kini jam operasional kembali normal, 06.30-22.00 Wita pada Senin hingga Jumat. Kemudian sampai sore saat Sabtu, dan Minggu hanya sampai siang. “Nah, ada banyak member baru juga. Mungkin karena 3 bulan di rumah aja, jadi butuh olahraga. Dicari dan ditunggu banget kapan bukanya,” lanjut dia.
Saat penutupan sementara, Yasmin mengatakan jika memang tidak ada imbauan atau surat khusus ke tempatnya. Namun dari sesama pengelola gym di Samarinda. Sebab diinfokan jika ada yang disidak. Memilih aman, Fitness Studio tutup sementara.
Termasuk bicara dampak dari segi bisnis. Yasmin menyebut sangat terdampak. Mereka juga memberlakukan sistem rolling karyawan. Namun kini sudah masuk seperti biasa.
Tak hanya gym, tempat olahraga lain seperti biliar juga kembali beroperasi. Salah satunya De’ale Biliard di Jalan AM Sangaji Samarinda. Diungkapkan Hendra Anggara atau karib disapa Aang selaku owner, protokol kesehatan di tempatnya yakni wajib cuci tangan dan penggunaan masker. “Selain itu juga untuk yang boleh main hanya 4 orang untuk 1 mejanya,” ujarnya.
Saat pasien positif covid-19 mulai ada di Kaltim, tempat biliar itupun akhirnya mengikuti imbauan pemerintah untuk tutup sementara sejak 20 Maret. Dan 1 Juni baru kembali beroperasi. “Sudah ada imbauan untuk membuka tempat hiburan juga dari pemerintah, kalau tidak ada imbauan ya kami juga belum berani,” ungkap Aang.
Disinggung jam operasional, tetap seperti biasa. Mulai 10.00-24.00 Wita. Namun tentu saja ada perbedaan kunjungan. Aang menyebut orang mulai main saat siang, kemudian semakin ramai dari sore hingga malam.
Aang perlahan untuk mengembalikan pelanggan. Sejauh ini dia melihat kunjungan mulai membaik. “Mungkin mereka juga membaca data, kayak di Samarinda banyak yang sembuh (pasien covid-19). Orang mulai berani keluar, itu mungkin,” sebutnya.
Sebisa mungkin protokol kesehatan diberlakukan. Menghindari kerumunan dalam satu meja yang tegas dilakukan. Agar tetap mematuhi protokol dan imbauan pemerintah setempat.
“Sangat pengaruh sekali di bisnis. Kita stop semua karyawan, karena tidak ada operasional juga. Tidak ada terkecuali, nah Juni ini ada sekitar 3 karyawan yang bertahan. Sekarang total 11, sisanya kami cari orang baru,” papar Aang.
“Sekarang coba mengumpulkan ulang untuk bertahan bisnis ini. Kalau masih diperpanjang tutup lagi sampai dua bulan ke depan, bisa-bisa tutup sekalian ini,” jelas Aang kemudian terkekeh.
Dibukanya tempat olahraga dibarengi dengan protokol kesehatan dasar. Dilema bisnis pula. Diungkapkan Aang saat ini metodenya adalah menyerang sambil bertahan. Dengan pemberlakuan jam operasional tanpa libur untuk tempat biliar yang dia kelola. (rdm)
Editor : izak-Indra Zakaria