Jika kondisi keuangan daerah masih memungkinkan, maka ada pertimbangan Pemkot Balikpapan melanjutkan bantuan sosial yang sudah berjalan empat tahapan.
BALIKPAPAN - Meringankan beban masyarakat dalam masa pandemi, Pemkot Balikpapan memberi bantuan sosial tunai (BST). Terakhir tahap 3 dan 4 telah disalurkan selama sepekan jelang Iduladha. Kini Pemkot Balikpapan berencana memperpanjang masa pemberian BST. Melihat penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Minyak tak kunjung melandai.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, saat ini pihaknya sedang menghitung kemampuan anggaran untuk wacana tersebut. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak Covid-19. Rencana ini akan dibahas dengan DPRD Balikpapan.
Menurutnya jika kondisi keuangan daerah masih memungkinkan, maka ada pertimbangan dari Pemkot Balikpapan untuk melanjutkan bantuan sosial yang sudah berjalan empat tahapan sebelumnya. "Kalau ada anggaran mungkin dilanjutkan," ucapnya.
Dia menjelaskan, rencananya bantuan sosial akan diberikan hingga Desember. Estimasi bantuan sebesar Rp 250 ribu per KK. Namun dengan catatan, apabila kondisi keuangan memungkinkan. "Bisa dilanjutkan sampai bulan Desember, tapi kita akan lihat dulu. Sekali lagi jika kondisi keuangan daerah memungkinkan," tegasnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan masih menunggu BST dari Pemprov Kaltim. Sebelumnya, Pemkot Balikpapan telah mengajukan permohonan bantuan karena ada peluang mendapat bantuan sosial dari provinsi. Kemudian Pemprov Kaltim setuju memberikan bantuan tambahan sebanyak 13 ribu orang di Balikpapan.
Ada pun sasaran penerima BST Pemprov Kaltim sebagian besar untuk warga di wilayah kecamatan timur, selatan, dan kota. Ada pula untuk kecamatan lain tapi jumlahnya tidak begitu besar. Tiga wilayah tersebut yang warganya banyak mendapat bantuan. Bergantian dengan warga lain yang sudah mendapat sebelumnya.
Selain BST dari Pemprov Kaltim, pihaknya juga menunggu bantuan sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Informasinya ada 500 bantuan berupa sembako untuk pelaku ekonomi kreatif Balikpapan," sebutnya.
Dia mengingatkan agar warga yang mengambil bantuan bisa tertib dan patuhi protokol kesehatan. Terutama jaga jarak, cuci tangan, dan menggunakan masker. Menurutnya, jangan sampai terjadi kerumunan dan penumpukan massa.
Nantinya akan diperketat penjagaan saat warga mengantre pencairan BST. "Kerumunan harusnya tidak boleh terjadi dalam situasi apapun. Masyarakat juga jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan," pungkasnya. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria