Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Indonesia yang Mulai Memberangkatkan Jamaah Umrah ke Tanah Suci, Untuk Paket Sebelas Hari, Dihargai Rp 32,5 Juta

izak-Indra Zakaria • Senin, 2 November 2020 - 19:32 WIB
PERDANA: Jamaah umrah mengantre di loket tiket sebelum berangkat ke Tanah Suci di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. FEDRIK TARIGAN/JAWA POS
PERDANA: Jamaah umrah mengantre di loket tiket sebelum berangkat ke Tanah Suci di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Keberangkatan jamaah umrah dari Indonesia berjalan sejak Sabtu (31/10). Tetapi baru kemarin (1/11) penerbangan umrah dengan jumlah yang besar.

 

SEDIANYA ada 374 jamaah umrah yang akan berangkat. Tetapi satu pesawat Saudia Airlines yang disiapkan khusus untuk jamaah umrah hanya terisi 292 orang.

Kabar tersebut disampaikan Managing Director Dream Tour Ryan Darmawan. Dia menjelaskan ada beberapa sebab sejumlah calon jamaah umrah tertunda keberangkatannya. Di antaranya, ada jamaah yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab test polymerase chain reaction (PCR).

Ryan menuturkan, khusus untuk travelnya, jumlah jamaah umrah ada 32 orang. “Sekitar 70 persen dari teman-teman PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah),” jelasnya tadi malam (1/11). Sementara sisanya adalah jamaah umum. Separuh dari jamaah umum itu adalah jamaah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19. Separuh lagi adalah jamaah umrah yang baru mendaftar.

Menurut dia, mayoritas jamaah umrah yang berangkat dari kalangan pengelola travel karena ingin mengetahui kondisi di sana. Mulai proses karantina mandiri, perjalanan darat, sampai kegiatan umrahnya sendiri. Informasi itu penting bagi para pengelola travel. Sebab, nantinya mereka akan memaparkan kondisi tersebut saat kembali berjualan paket umrah di tengah pandemi.

Ryan mengatakan, harga paket umrah yang dia jual adalah Rp 32,5 juta. Harga itu sudah termasuk ongkos untuk swab test sebelum terbang menuju Jeddah. Harga tersebut cukup jauh dibandingkan dengan harga referensi dari Kementerian Agama (Kemenag) yang dipatok Rp 20 juta per jamaah.

Dia menjelaskan, biaya paket umrah itu sudah termasuk tiket Saudia Airlines pulang-pergi (PP). Penerbangan umrah hanya terbuka untuk rute Jakarta-Jeddah langsung atau direct. Semula jadwal penerbangan ke Jeddah 10.45 WIB ttapi molor dan baru terbang pada pukul 12.58 WIB.

Setibanya di Jeddah, jamaah harus menjalani karantina mandiri selama tiga hari di Makkah, sehingga jamaah diperkirakan baru menjalankan umrah pada Rabu (4/11). “Hanya diperbolehkan umrah satu kali,” katanya.

Setelah itu, jamaah ke Madinah dan menginap selama dua malam di sana. Kemudian jamaah kembali ke Jeddah untuk pulang ke Tanah Air. Untuk itu, Ryan mengatakan, paket umrah yang dia jual saat ini untuk 11 hari. Dia menjelaskan, tidak ada kewajiban karantina mandiri kembali ketika jamaah mau pulang ke Tanah Air.

Sementara itu, di tengah mulai banyaknya jamaah umrah yang terbang ke Saudi, sampai saat ini Kemenag belum kunjung menerbitkan protokol umrah di tengah pandemi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan, mereka sampai saat ini masih menuntaskan peraturan menteri agama (PMA) tentang protokol penyelenggaraan umrah di tengah pandemi Covid-19. Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, dan pihak lain untuk menyusun PMA tersebut.

Arfi mengatakan, meski PMA protokol umrah di tengah pandemi Covid-19 belum terbit, travel tidak dilarang memberangkatkan jamaah umrah. “Tidak ada (sanksi). Kemenag sudah berkoordinasi dengan maskapai, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), kantor imigrasi, dan Angkasa Pura II,” katanya.

Dia menegaskan, Kemenag tetap melakukan pemantauan penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Tujuannya memberikan kepastian pelayanan dan pengawasan langsung penyelenggaraan umrah di Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahap awal ini, pemberangkatan umrah hanya melalui Bandara Soekarno-Hatta dan menggunakan maskapai Saudia Airlines.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyatakan pesawat tersebut berangkat pukul 10.45 WIB. “Adapun jamaah umrah asal Indonesia yang ikut di dalam penerbangan dengan pesawat berbadan lebar Boeing 777-300 itu berjumlah 253 jamaah,” ucapnya kemarin.

Awal --sapaan akrab Awaluddin-- menyatakan seluruh jamaah umrah dipastikan protokol kesehatan selama di bandara. “Protokol kesehatan itu salah satunya pemeriksaan hasil PCR yang berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum waktu pemberangkatan,” kata Awal. PT Angkasa Pura II menerapkan protokol kesehatan dengan konsep biosafety dan biosecurity management untuk upaya menciptakan bandara yang aman, sehat, dan higienis.

Arab Saudi menetapkan sejumlah syarat lainnya. Contohnya, usia jamaah umrah harus berusia 18–50 tahun.

Lebih lanjut, Awal menuturkan, Bandara Soekarno-Hatta akan memastikan kelancaran proses keberangkatan jamaah umrah sesuai protokol untuk menjaga kepercayaan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama Indonesia juga telah menjalin konektivitas khusus di tengah pandemi ini dengan bandara di Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura. Hal itu sejalan dengan inisiatif Travel Corridor Arrangement (TCA) yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia. (wan/JPG/rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#haji #satgas covid